Akses.co.id — Hasil imbang 0-0 antara Hellas Verona dan Lecce dalam lanjutan pekan ke-24 Serie A 2025-2026, Minggu (26/4/2026) dini hari WIB, membawa dampak signifikan bagi persaingan di papan bawah klasemen. Klub yang diperkuat kiper asal Indonesia, Emil Audero Mulyadi, Cremonese, untuk sementara harus rela turun ke zona degradasi.
Pertandingan yang digelar di Stadion Marcantonio Bentegodi ini memang tidak menghasilkan gol. Namun, hasil tersebut cukup menguntungkan bagi Lecce. Tim tamu berhasil naik ke peringkat ke-17 klasemen dengan raihan 28 poin, menggusur Cremonese yang kini berada di posisi ke-18 dengan poin yang sama. Posisi Lecce semakin terancam setelah pada laga lainnya Cremonese kalah telak 0-4 dari Napoli.
Meski belum sepenuhnya aman dari ancaman degradasi, setidaknya Lecce dapat bernapas sedikit lega. Hasil imbang ini membuka asa bagi mereka untuk bisa bertahan di Serie A musim depan. Di sisi lain, bagi Cremonese yang sempat bersaing di papan atas pada awal musim, terperosok ke zona degradasi menjadi alarm bahaya yang mengharuskan mereka segera bangkit.
Persaingan Sengit di Zona Degradasi
Papan bawah klasemen Serie A musim ini dipastikan semakin panas menjelang akhir putaran kedua. Cremonese dan Lecce, bersama tim-tim lainnya, akan berjuang mati-matian untuk menjauh dari jurang degradasi.
Jadwal sisa laga krusial bagi kedua tim:
- Cremonese: Lazio, Pisa, Udinese, dan Como 1907.
- Lecce: Pisa, Juventus, Sassuolo, dan Genoa.
Tekad Cremonese Bangkit Secepatnya
Pelatih Cremonese, Marco Giampaolo, mengungkapkan kekecewaannya atas kekalahan telak 0-4 yang dialami timnya dari Napoli pada pekan ke-34 Serie A. Giampaolo mengakui kehebatan Napoli, namun ia juga menyoroti sejumlah kesalahan individu yang berujung pada gol-gol lawan.
Meski demikian, Giampaolo tetap menyimpan keyakinan bahwa tim asuhannya mampu bangkit di sisa musim ini dan memastikan diri bertahan di Serie A.
“Seperti yang saya katakan kepada para pemain di hari pertama saya di sini, tim yang paling kuat secara mental, bukan secara teknis, akan bertahan.”
“Kita perlu mengatur ulang dan memulai dari awal. Kita memiliki kesempatan dan peluang lain di depan kita,” ujar Giampaolo seperti dikutip dari situs resmi klub.
Mantan pelatih AC Milan ini bertekad membawa Cremonese segera bangkit dan fokus pada laga berikutnya melawan Lazio. “Kami membayar mahal atas kesalahan individu, keunggulan lawan, dan gol cepat. Sekarang kita perlu bangkit kembali, dengan fokus penuh sejak awal,” imbuhnya.
Emil Audero Dipuji Media Italia
Di tengah hasil minor timnya, penampilan Emil Audero Mulyadi pada laga melawan Napoli mendapat pujian dari media Italia, Tutto Cremonese. Meskipun empat gol bersarang di gawangnya, Emil dinilai menjadi pembeda di lini pertahanan Cremonese berkat sejumlah penyelamatan krusial yang dilakukannya.
Salah satu momen yang disorot adalah tepisan penalti Scott McTominay, yang berpotensi menjadi gol kelima bagi Napoli. Ketenangan kiper Timnas Indonesia ini berhasil meminimalisir jumlah kebobolan Cremonese.
“Beberapa penyelamatan bagus dan satu penalti yang berhasil digagalkan membuat selisih skor tidak terlalu besar,” tulis Tutto Cremonese.
Media tersebut memberikan Emil Audero rating 6,5, menjadikannya pemain dengan nilai tertinggi di kubu Cremonese pada laga tersebut. Sepanjang pertandingan, Emil tercatat melakukan enam penyelamatan penting, beberapa di antaranya berasal dari upaya Scott McTominay dan Rasmus Hojlund.
Meskipun tiga gol bersarang di babak pertama, Emil tetap mampu melakukan beberapa penyelamatan di babak kedua, termasuk menggagalkan tendangan penalti McTominay. Secara keseluruhan, Emil melakukan 52 sentuhan bola dengan akurasi umpan mencapai 63 persen.
Ikuti Akses.co.id
