— Pemerintah tengah menggodok skema baru untuk program Magang Nasional, yang salah satunya akan mengatur pembagian tanggung jawab kontribusi uang saku peserta antara pemerintah dan perusahaan mitra. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap pola pembinaan yang dinilai positif dari sejumlah perusahaan yang menunjukkan keseriusan dalam membimbing para peserta.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyatakan bahwa kajian tersebut bertujuan untuk mendorong keterlibatan perusahaan secara lebih aktif. “Kita sedang mengkaji untuk melibatkan perusahaan lebih aktif, sehingga sudah mulai ada usulan nanti uang sakunya itu harus ada share kontribusi dari perusahaan, walaupun tidak dominan,” ujar Yassierli di sela penutupan Magang Nasional 2025 Tahap I di Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Ia menambahkan, inisiatif ini terinspirasi dari praktik baik yang telah dijalankan oleh beberapa perusahaan. “Ini sedang kita kaji, sedang kita siapkan, karena beberapa perusahaan yang memang intens dalam membina adik-adik kita yang magang, serius beri proyek, ada progres harian, ada progres mingguan. Itu luar biasa,” kata Yassierli.

Dorong Komitmen Perusahaan Sejak Awal

Selain kontribusi pendanaan, pemerintah juga berencana mendorong komitmen perusahaan sejak awal program. Komitmen tersebut diharapkan mencakup pemberian sertifikat kompetensi kepada peserta setelah program selesai.

“Dan komitmen seperti itu akan semakin baik kalau kita juga minta dari awal ada komitmen perusahaan terkait dengan kontribusinya, dan kewajiban untuk memberikan sertifikat kompetensi di akhir program nantinya,” ujar Yassierli menambahkan.

Koordinator Nasional Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi, Anwar Sanusi, menilai pelaksanaan tahap pertama program berjalan positif. Ia menyoroti peningkatan keterlibatan peserta dan komitmen dari mitra industri.

“Baik dari sisi keterlibatan peserta, komitmen mitra industri, maupun capaian pembelajaran yang diperoleh,” kata Anwar.

Perkuat Kualitas Program dan Kemitraan

Kementerian Ketenagakerjaan berencana untuk memperkuat kualitas program pada tahap selanjutnya. Fokus utama akan diarahkan pada perluasan kemitraan dan penyesuaian program dengan kebutuhan pasar kerja yang terus berkembang.

“Sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan bagi lulusan perguruan tinggi ini,” ujar Anwar.

Program Magang Nasional Tahap I yang berlangsung selama enam bulan ini telah diikuti oleh sebanyak 14.952 peserta. Peserta yang berhasil menyelesaikan program penuh berhak mendapatkan sertifikat magang. Sementara itu, bagi peserta yang mengikuti program dengan durasi di atas tiga bulan namun kurang dari enam bulan, akan diberikan surat keterangan.

Dokumen-dokumen tersebut diharapkan dapat menjadi bekal awal bagi para peserta dalam menunjukkan pengalaman kerja dan kesiapan mereka untuk memasuki dunia profesional.