Akses.co.id — JAKARTA, Kompas.com – Penyakit kardiovaskular, termasuk serangan jantung, merenggut lebih dari 600.000 nyawa setiap tahun di Indonesia, dengan total kasus nasional mencapai sekitar 15,5 juta. Namun, angka kematian yang tinggi ini belum sejalan dengan ketersediaan tenaga medis spesialis jantung yang masih terbatas, menciptakan kesenjangan layanan yang signifikan.
Data Kementerian Kesehatan per pertengahan 2025 menunjukkan perkiraan jumlah dokter spesialis jantung dan pembuluh darah di Indonesia hanya berkisar 1.200 hingga 2.000 orang. Angka ini masih jauh dari kebutuhan ideal yang diproyeksikan mencapai 3.000 hingga 5.000 dokter untuk melayani lebih dari 280 juta penduduk.
Kondisi tersebut menjadi tantangan besar dalam layanan kesehatan Indonesia, berpotensi menyebabkan keterlambatan diagnosis dan penanganan yang kurang optimal bagi pasien. Ketimpangan antara jumlah pasien dan tenaga medis menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi kualitas layanan kardiovaskular, menghambat akses merata terhadap diagnosis dini dan perawatan optimal.
Situasi ini mendorong perlunya upaya sistematis untuk meningkatkan kapasitas layanan, mencakup sumber daya manusia, teknologi, dan sistem pelayanan kesehatan secara keseluruhan.
Siloam Cardiac Summit 2026 Wadah Kolaborasi Ilmiah Tingkatkan Layanan Jantung
Menjawab tantangan tersebut, Siloam International Hospitals berupaya memperkuat layanan jantung melalui tiga pendekatan utama: peningkatan kompetensi tenaga medis, pemanfaatan teknologi medis, serta kolaborasi strategis. Salah satu langkah konkretnya adalah penyelenggaraan Siloam Cardiac Summit 2026, yang didesain sebagai wadah pembelajaran dan peningkatan keterampilan bagi tenaga medis.
Memasuki penyelenggaraan ketiga, Siloam Cardiac Summit 2026 diikuti oleh lebih dari 500 tenaga medis dan profesional kesehatan dari berbagai daerah di Indonesia. Acara ini juga menghadirkan lebih dari 40 pembicara nasional dan internasional, terdiri dari dokter spesialis dan subspesialis di bidang jantung, bedah toraks kardiovaskular, radiologi, serta layanan multidisiplin.
“Layanan kardiovaskular membutuhkan keunggulan klinis, kolaborasi multidisiplin yang solid, serta pembaruan ilmu dan keterampilan yang berkelanjutan.”
Hal ini disampaikan oleh CEO Siloam International Hospitals, Caroline Riady, dalam upacara pembukaan Siloam Cardiac Summit 2026 yang bertajuk “Compassion in Every Beat: Integrating Science and Skill in Cardiac Excellence”, di Jakarta Pusat, Sabtu (25/4/2026). Forum ini menekankan pentingnya integrasi ilmu pengetahuan dan keterampilan klinis dalam praktik sehari-hari.
Selain itu, pemanfaatan teknologi serta kolaborasi lintas disiplin menjadi fokus utama untuk menghadirkan layanan jantung yang lebih aman, akurat, dan berorientasi pada hasil terbaik bagi pasien. Caroline Riady menambahkan, forum ini juga menjadi sarana penting untuk berbagi praktik terbaik di bidang kardiovaskular.
“Forum ini menjadi ruang penting untuk berbagi praktik terbaik dan memperkuat standar diagnosis dan penanganan jantung yang aman, serta mendorong hasil perawatan yang lebih optimal bagi pasien jantung di Indonesia,” ujarnya.
Dorong Kompetensi dan Hasil Perawatan Maksimal
Ketua Siloam Cardiac Summit 2026, dr. Karina Arifiani, MSc, menjelaskan bahwa forum ini dirancang khusus untuk menjawab kebutuhan peningkatan kompetensi tenaga medis di bidang kardiovaskular. Ia menekankan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada aspek teori, tetapi juga pada penguatan keterampilan klinis yang aplikatif di lapangan.
“Kolaborasi lintas disiplin dan pertukaran pengetahuan menjadi kunci dalam meningkatkan hasil perawatan pasien jantung, berfokus pada clinical outcome yang lebih baik lagi,” ungkap dr. Karina.
Melalui penyelenggaraan Siloam Cardiac Summit 2026, Siloam International Hospitals menegaskan komitmennya sebagai platform penguatan kompetensi, standardisasi praktik klinis, serta kolaborasi multidisiplin yang berkelanjutan. Langkah ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas layanan, keselamatan pasien, serta hasil perawatan kardiovaskular yang lebih optimal di seluruh Indonesia.
Ikuti Akses.co.id
