Fakfak, Papua Barat – Tepat di hari ulang tahun kepemimpinan yang pertama, Senin (20/2/2026), Bupati Fakfak Samaun Dahlan dan Wakil Bupati Donatus Nimbitkendik merinci fokus utama pemerintah daerah yang terangkum dalam tiga program prioritas. Selama setahun terakhir, perhatian Pemkab Fakfak diarahkan pada pembenahan tata kelola pemerintahan, akselerasi pembangunan infrastruktur dasar, serta penguatan pelayanan publik, khususnya di sektor pendidikan dan kesehatan.
Pembangunan infrastruktur dasar dinilai krusial untuk mengatasi keterisolasian wilayah dan mempererat konektivitas antar distrik di Kabupaten Fakfak. Sementara itu, di bidang pelayanan dasar, pemerintah daerah secara khusus memberikan perhatian pada peningkatan akses dan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan. Upaya ini mencakup dukungan terhadap fasilitas pendidikan serta penguatan layanan kesehatan di puskesmas dan daerah terpencil, sejalan dengan komitmen untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) masyarakat Fakfak.
Pendidikan sebagai Investasi Masa Depan
Bupati Samaun Dahlan menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi paling berharga bagi masa depan Fakfak. Program pendidikan gratis menjadi wujud nyata komitmen Pemkab Fakfak dalam upaya meningkatkan kualitas SDM dan pemerataan akses pendidikan di seluruh penjuru kabupaten.
“Pemerintah harus hadir untuk memastikan tidak ada lagi anak yang putus sekolah karena alasan biaya,” ujar Samaun dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (23/4/2026). Ia menambahkan, pendidikan bukan sekadar urusan sekolah dan ijazah, melainkan sebuah investasi jangka panjang bagi generasi muda Fakfak.
Selain pendidikan, Bupati Samaun juga menaruh perhatian besar pada stabilitas sosial dan keharmonisan masyarakat. Pendekatan komunikasi dan dialog intensif dengan tokoh adat, tokoh agama, serta berbagai elemen masyarakat menjadi kunci dalam menjaga nilai-nilai “Satu Tungku Tiga Batu” yang menjadi ciri khas daerah ini.
Samaun menjelaskan bahwa satu tahun pertama masa kepemimpinannya difokuskan sebagai fase penataan dan peletakan dasar pembangunan. Hasil dari fase ini diharapkan menjadi pijakan yang kokoh untuk program-program lanjutan yang lebih terukur dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Fakfak.
Penataan Birokrasi dan Infrastruktur
Agenda awal pemerintahan ini juga mencakup penataan birokrasi. Penguatan koordinasi antar-organisasi perangkat daerah (OPD) serta penegasan fungsi dan tanggung jawab aparatur sipil negara (ASN) menjadi prioritas. Di sektor infrastruktur, Pemkab Fakfak mulai menggenjot percepatan pembangunan dan perbaikan jalan, jembatan, serta fasilitas publik lainnya untuk menunjang mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Wakil Bupati Donatus Nimbitkendik menambahkan, fokus utama dalam penataan birokrasi seharusnya tidak berpusat pada mutasi pegawai negeri sipil (PNS). Ia menekankan bahwa PNS di lingkungan Pemkab Fakfak tidak perlu merasa cemas terkait kemungkinan mutasi.
“Setiap aparatur harus dapat memahami, mengimplementasikan, dan menjalankan 32 program unggulan SANTUN dengan baik,” kata Donatus, merujuk pada program prioritas yang telah dicanangkan.
Ke depan, Bupati Samaun dan Wakil Bupati Donatus berkomitmen untuk terus mempercepat implementasi program prioritas, memperkuat tata kelola pemerintahan, serta memastikan pembangunan yang berjalan bersifat inklusif dan berkelanjutan di seluruh wilayah Kabupaten Fakfak.






