JAKARTA, KOMPAS.com — PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE), emiten yang bergerak di sektor jasa penunjang pertambangan, mengumumkan rencana pembagian dividen tunai sebesar Rp 60,23 miliar atau Rp 14,75 per saham dari laba bersih tahun buku 2025. Keputusan ini disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan di Jakarta pada Rabu (22/4/2026).
Jumlah dividen yang dibagikan ini setara dengan 30 persen dari total laba bersih perseroan pada tahun 2025. Direktur Utama MINE, Ivo Wangarry, menyatakan bahwa pembagian dividen merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan pemberian imbal hasil kepada para pemegang saham.
“Kami menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan dukungan para pemegang saham yang memungkinkan Perseroan terus menciptakan nilai tambah,” ujar Ivo dalam sesi Paparan Publik yang digelar pasca-RUPST di Jakarta, dikutip pada Kamis (23/4/2026).
Ivo menambahkan, pembagian dividen ini mencerminkan kinerja dan upaya perusahaan dalam menyeimbangkan penciptaan nilai bagi pemegang saham dengan penguatan fundamental bisnis, termasuk pada fase awal pasca-penawaran umum perdana saham (IPO).
“Pembagian dividen ini mencerminkan kinerja dan upaya Perseroan dalam menjaga keseimbangan antara penciptaan nilai bagi pemegang saham dan penguatan fundamental usaha, termasuk pada periode awal pasca IPO,” lanjutnya.
Ke depannya, Ivo memastikan bahwa kebijakan pembagian dividen akan tetap mempertimbangkan kondisi keuangan perusahaan, rencana ekspansi, serta dinamika industri pertambangan agar selaras dengan strategi pertumbuhan jangka panjang perseroan.
Kinerja Positif di Tengah Dinamika Industri
Sepanjang tahun 2025, PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) berhasil mencatatkan kinerja yang positif meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan di industri tambang dan kondisi ekonomi global. Pendapatan perseroan dilaporkan mengalami pertumbuhan sebesar 11,8 persen, mencapai Rp 2,36 triliun, jika dibandingkan dengan pencapaian pada tahun 2024.
Pertumbuhan pendapatan ini ditopang oleh kontribusi dari dua sumber pendapatan baru. Pertama, proyek pembangunan jalan yang dikerjakan bersama PT Erabaru Timur Lestari. Kedua, proyek penambangan yang dijalankan oleh PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM).
Selain itu, volume produksi pertambangan juga menunjukkan peningkatan signifikan, yakni sebesar 28,3 persen menjadi 21,9 juta bank cubic meter (bcm) selama tahun 2025. Angka ini mengindikasikan adanya ekspansi operasional yang berhasil serta kontribusi positif dari proyek-proyek baru.
Menatap tahun 2026, MINE berkomitmen untuk terus berupaya memperoleh kontrak baru, menjaga hubungan baik dengan para mitra kerja, serta mengembangkan lini bisnis yang ada demi memperkuat daya saing di industri jasa penunjang pertambangan.
“Perseroan terus berkomitmen untuk memperkuat kinerja serta mendorong pertumbuhan usaha secara berkelanjutan,” ujar Ivo.
“Bagi kami, menjaga keseimbangan antara pertumbuhan usaha dan pengembalian nilai tambah kepada pemegang saham adalah kunci,” imbuhnya.
Realisasi Dana IPO dan Prospek Bisnis
Dalam kesempatan yang sama, manajemen MINE melaporkan realisasi penggunaan dana hasil IPO. Hingga 31 Desember 2025, seluruh dana hasil IPO sebesar Rp 129,61 miliar (setelah dikurangi biaya emisi) telah terserap 100 persen sesuai dengan rencana yang tertuang dalam prospektus. Dana tersebut dialokasikan untuk pengadaan alat berat, pembelian aset berupa tanah dan bangunan, serta untuk kebutuhan modal kerja perseroan.
Selama tahun 2025, MINE juga telah melakukan pengadaan alat berat senilai Rp 267 miliar yang ditujukan untuk mendukung kelancaran operasional dari kontrak-kontrak baru yang berhasil diraih.
Ke depan, MINE melihat industri jasa penunjang pertambangan masih memiliki prospek yang cerah. Hal ini sejalan dengan posisi Indonesia sebagai pemain penting dalam industri pertambangan global, terutama dengan kekayaan komoditasnya seperti nikel, batu bara, emas, dan mineral lainnya.
“Dengan potensi sumber daya mineral Indonesia yang beragam, kami melihat ruang pengembangan usaha yang cukup luas di berbagai komoditas,” ujar Ivo.
“Ke depan, Perseroan akan terus memperluas cakupan layanan serta menjajaki peluang diversifikasi ke mineral lainnya secara disiplin dan terukur,” tutupnya.






