JAKARTA, Kompas.com – Kebiasaan meletakkan barang basah langsung di dalam kabin mobil, seperti payung yang belum kering, sepatu basah, atau botol minuman bocor, sering kali diabaikan oleh pemilik kendaraan. Padahal, tindakan sederhana ini berdampak signifikan pada kondisi karpet mobil, menjadikannya bagian yang paling rentan mengalami kerusakan.

Akhir, pemilik bengkel Berkah di Tangerang, menjelaskan bahwa karpet mobil memang dirancang untuk menahan kotoran, namun tidak untuk menampung kelembapan dalam jangka waktu lama.

“Kalau sering kena air, apalagi didiamkan, karpet bisa lembap terus,” kata Akhir kepada Kompas.com, Sabtu (25/4/2026).

Kondisi lembap yang berkelanjutan ini, menurut Akhir, menjadi pemicu munculnya berbagai masalah lain di dalam kabin mobil.

“Dari situ biasanya mulai muncul bau, bahkan jamur kalau tidak segera dikeringkan,” ujarnya menambahkan.

Air yang meresap ke dalam karpet tidak selalu cepat menguap, terutama jika sirkulasi udara di dalam kabin kurang baik atau jarang terpapar sinar matahari.

“Kelembapan itu bisa tertahan di bagian bawah karpet, jadi walaupun atasnya terlihat kering, sebenarnya masih basah,” jelas Akhir.

Dampak Jangka Panjang pada Material Karpet

Selain menimbulkan bau tak sedap, paparan air yang berulang dapat mempercepat penurunan kualitas material karpet. Hal ini terutama berlaku pada karpet berbahan kain atau coil.

“Kalau terus-terusan basah, seratnya bisa cepat rusak dan tidak sekuat sebelumnya,” ujar Akhir.

Solusi Sederhana Mencegah Kerusakan

Untuk menghindari masalah tersebut, Akhir menyarankan pemilik mobil untuk mengubah kebiasaan sederhana. Mengeringkan barang bawaan sebelum dimasukkan ke kabin atau menggunakan alas tambahan menjadi langkah pencegahan yang efektif.

“Minimal pakai plastik atau wadah, jadi airnya tidak langsung kena karpet,” tuturnya.

Selain itu, perawatan rutin terhadap karpet juga sangat penting. Mengangkat dan mengeringkan karpet secara berkala, terutama setelah terkena air, dapat mencegah kelembapan bertahan terlalu lama di dalam kabin.

“Kalau habis kena air, sebaiknya langsung dijemur supaya tidak lembap berlama-lama,” kata Akhir.