Akses.co.id — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa dirinya kerap menjadi sasaran serangan karena telah melakukan perubahan besar pada negara tersebut, yang membuat banyak pihak tidak senang. Pernyataan ini disampaikan Trump menyusul insiden penembakan yang terjadi saat acara White House Correspondents’ Dinner di Hotel Washington Hilton pada Sabtu (25/4/2026), di mana ia turut hadir dan dievakuasi ke tempat aman.
Peristiwa tersebut merupakan serangan ketiga yang menargetkan pemimpin Partai Republik itu. Dalam konferensi pers pasca-insiden, Trump, yang kini berusia 79 tahun, mengaitkan posisinya sebagai presiden dengan risiko menjadi sasaran. Ia merujuk pada tokoh-tokoh besar dalam sejarah Amerika Serikat yang juga pernah menjadi target pembunuhan.
“Nah, Anda tahu, saya telah mempelajari pembunuhan. Saya harus memberi tahu Anda bahwa orang-orang yang paling berpengaruh, orang-orang yang melakukan hal paling besar, lihatlah Abraham Lincoln, orang-orang yang memberikan dampak terbesar, merekalah yang menjadi sasaran pembunuhan,” ujar Trump, mengutip dari AFP, Minggu (26/4/2026).
Ia menambahkan, “Saya sebenarnya enggan mengatakan saya merasa terhormat akan hal itu, tetapi saya telah melakukan banyak hal. Saya telah mengubah negara ini dan ada banyak orang yang tidak senang dengan hal itu. Jadi saya pikir itulah jawabannya.”
Meskipun pernah menjadi sasaran upaya pembunuhan pada tahun 2024, Trump mengklaim menjalani kehidupan yang relatif normal. “Saya menjalani kehidupan yang cukup normal, mengingat, Anda tahu, ini adalah kehidupan yang berbahaya,” jelasnya. Ia membandingkan dirinya dengan orang lain yang mungkin menjadi “kacau” dalam situasi serupa, namun menegaskan, “Sejujurnya, saya bukan orang yang kacau.” Kendati demikian, Trump juga menyoroti munculnya rasa cinta dan persatuan di antara masyarakat setelah insiden tersebut.
Detik-detik Evakuasi Trump
Sebelumnya, Trump dievakuasi dari acara White House Correspondents’ Dinner setelah terdengar suara tembakan. Sesaat sebelum kejadian, ia dan istrinya, Melania Trump, terlihat sedang berbincang sebelum terganggu oleh keributan di meja Gedung Putih. Suara dentuman keras menggema, disusul dengan anggota Dinas Rahasia AS yang segera mengawal Trump menjauh dari lokasi.
“Tetap tiarap, tetap tiarap,” teriak anggota Dinas Rahasia AS kepada para tamu undangan. Dipastikan bahwa Trump, istrinya, serta semua orang yang dilindungi berada dalam keadaan aman. Sementara itu, seorang tersangka dilaporkan telah ditahan.
Tersangka adalah Tamu Hotel
Kepala Kepolisian Washington DC, Jeffery W Carroll, mengonfirmasi bahwa pelaku penembakan saat acara makan malam Gedung Putih adalah seorang tamu hotel. Kamar tersangka kini telah diamankan sebagai bagian dari penyelidikan. Pelaku diidentifikasi sebagai Cole Tomas Allen, berusia 31 tahun, yang berasal dari Torrance, California.
Pihak kepolisian masih belum merinci motif di balik insiden tersebut. Jeffery menekankan bahwa adanya insiden penembakan tidak serta-merta berarti sebuah kegagalan dalam sistem keamanan.
Ikuti Akses.co.id
