SEMARANG, KOMPAS.com – Kota Semarang mengukir sejarah dengan borongan enam Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Nasional. Penetapan ini mencakup kuliner legendaris hingga ekspresi seni budaya yang menjadi ciri khas kota ini, termasuk Wingko Babat, Ganjel Rel, Bubur Khoja, Lam Kowan, Seni Barongsai, dan Kaligrafi China.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyatakan bahwa pengakuan ini merupakan bentuk penghormatan negara terhadap identitas masyarakat Semarang. “Ini sekaligus menjadi kado bagi kami menjelang peringatan Hari Jadi ke-479 Kota Semarang tanggal 2 Mei nanti,” ujar Agustina pada Kamis (23/4/2026).
Agustina mengungkapkan kebanggaannya atas dominasi enam karya budaya asal Semarang yang diakui secara bersamaan. “Mulai dari kudapan seperti Wingko Babat dan Ganjel Rel hingga seni Barongsai dan Kaligrafi China, semuanya membuktikan bahwa ekosistem kebudayaan kita sangat inklusif,” tuturnya.
Cerminan Akulturasi Budaya yang Kuat
Keberagaman daftar WBTB tersebut, menurut Agustina, menjadi cerminan kuatnya akulturasi budaya yang telah berakar di Kota Semarang selama berabad-abad. Ia menambahkan, penghargaan ini menjadi pemacu semangat pemerintah kota untuk terus menggali potensi budaya lain yang masih tersembunyi.
Proses kurasi dan pengajuan keenam karya budaya ini telah melalui tahapan riset dan verifikasi yang panjang untuk memastikan kelayakannya mendapatkan pengakuan di tingkat nasional. Dengan status WBTB ini, kuliner seperti Bubur Khoja dan Lam Kowan diharapkan memiliki posisi tawar yang lebih tinggi sebagai daya tarik wisata kuliner.
Agustina menekankan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari konsistensi seluruh elemen masyarakat dalam merawat akar budaya di tengah perkembangan modernitas. Ia berharap, penetapan WBTB ini dapat memberikan dampak langsung pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, menjadikan warisan budaya sebagai motor penggerak kesejahteraan masyarakat.
“Kami ingin masyarakat dunia melihat Semarang sebagai kota yang tidak hanya maju secara infrastruktur, tetapi juga sangat kaya akan keragaman etnis dan tradisi yang terpelihara dengan sangat baik,” pungkasnya.






