MEDAN, KOMPAS.com — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyoroti stigma negatif terkait iklim investasi di Sumatera Utara (Sumut). Dalam sebuah forum perencanaan pembangunan, Tito melontarkan kelakar mengenai akronim “Sumut” yang kerap diasosiasikan dengan “semua urusan mesti uang tunai,” sekaligus mendesak perbaikan sistem perizinan agar lebih transparan dan mudah.
Pernyataan tersebut disampaikan Tito saat memberikan sambutan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Pemprov Sumut 2027 yang digelar di Hotel Santika Medan, Rabu (22/4/2026). Ia menggarisbawahi bahwa anggapan tersebut telah lama beredar dan dapat menghambat para investor.
“Ini semacam sudah jadi jokes kita lah bahwa Sumut itu semua usaha,” ujar Tito merujuk pada akronim tersebut. “Dari zaman saya polisi juga bahasanya begitu, Sumut ‘semua urusan mesti uang tunai’, artinya kan sulit bagi para pengusaha itu.”
Perubahan Akronim Menuju Kemudahan dan Keunggulan
Mantan Kepala Kepolisian Republik Indonesia ini berharap agar stigma negatif tersebut dapat segera diubah. Ia mendorong agar Sumut ke depan memiliki akronim baru yang mencerminkan perbaikan sistem. “Sumut ‘semua urusan mesti uang tunai’ harus diganti semua urusan mudah unggul transparan gitu dong, jangan dipalak duluan perizinannya,” tegas Tito.
Menurutnya, salah satu langkah krusial untuk mewujudkan hal tersebut adalah dengan menghadirkan mal pelayanan publik di setiap kabupaten dan kota. Sistem pelayanan satu pintu ini diharapkan dapat mempermudah investor dalam mengurus berbagai perizinan yang dibutuhkan.
“Di daerah yang belum punya mal pelayanan publik, pasti (investornya) susah (mengurus izin), dilempar sana sini, sudah frustrasi duluan dia, padahal yang punya duit dia bukan kita,” ungkap Tito.
Investasi sebagai Penggerak Pendapatan Asli Daerah dan Lapangan Kerja
Tito Karnavian meyakini bahwa perbaikan iklim investasi akan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan penciptaan lapangan kerja di Sumatera Utara. Ia menekankan pentingnya peran sektor swasta dalam perekonomian daerah.
“Tolong hidupkan swasta, percuma berteori segala macam, kalau swastanya tidak hidup siapa yang mau dipajaki, hidupkan investasi,” serunya.
Ia menambahkan apresiasinya terhadap sambutan yang baik terhadap investor nasional dan lokal di Sumatera Utara. Kunci utamanya, menurut Tito, terletak pada ekosistem pelayanan satu pintu yang memudahkan. “Saya melihat Medan bagus investor pengusaha jadi gampang,” pungkasnya.






