Akses.co.id — Chelsea kembali membuat keputusan mengejutkan di tengah musim kompetisi 2025-2026. Klub berjuluk The Blues ini secara resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala, Liam Rosenior, pada Rabu (22/4/2026) lalu. Keputusan ini diambil setelah 106 hari Rosenior menukangi Stamford Bridge, menggantikan Enzo Maresca yang didepak pada awal tahun.
Dalam keterangan resminya, Chelsea menyatakan bahwa performa dan hasil tim yang terus berada di bawah standar menjadi alasan utama pemecatan Rosenior. “Keputusan ini bukanlah keputusan yang diambil Klub dengan mudah, namun hasil dan performa baru-baru ini telah berada di bawah standar yang diperlukan, padahal masih banyak yang harus diperjuangkan musim ini,” demikian bunyi pernyataan klub.
Sebagai langkah darurat, Chelsea menunjuk Calum McFarlane sebagai Pelatih Kepala Interim hingga akhir musim. McFarlane akan didukung oleh staf pelatih yang telah ada. Saat ini, Chelsea masih berjuang untuk mengamankan tiket ke kompetisi Eropa musim depan dan menjadikan Piala FA sebagai satu-satunya harapan trofi di akhir musim ini.
Simpati dari Rekan Sejawat
Kabar pemecatan Liam Rosenior rupanya turut menyita perhatian pelatih Arsenal, Mikel Arteta. Ia mengaku sedih mendengar rekan sejawatnya harus meninggalkan klub, terutama menjelang akhir musim kompetisi.
“Selalu menyedihkan melihat seorang kolega meninggalkan klub, dan terutama ketika kita sudah sangat dekat dengan akhir musim,” ujar Arteta, seperti dikutip dari situs resmi Arsenal.
Arteta memahami tekanan yang dihadapi para pelatih di klub sebesar Chelsea. Ia menekankan bahwa tuntutan untuk meraih kemenangan selalu ada dalam pekerjaan ini.
“Pada akhirnya, klub-klub ada di sini dan mereka mencoba membuat keputusan,” tegas Arteta. “Kami tahu pengawasan dan tuntutan pada pekerjaan kami, dan kami tahu bahwa satu-satunya hal yang penting pada akhirnya adalah memenangkan banyak pertandingan.”
Kekhawatiran Masa Depan Chelsea
Di sisi lain, mantan kapten Chelsea, John Terry, menyuarakan kekhawatiran mendalam mengenai kondisi klub pasca-pemecatan Rosenior. Terry menilai bahwa mencari pengganti yang tepat di tengah situasi ini akan menjadi tugas yang sangat sulit bagi manajemen.
“Saya mengkhawatirkan apa yang akan terjadi dengan klub kami,” kata Terry, seperti dilansir dari ESPN. “Melihat kami membutuhkan manajer setelah akhir pekan, saya tidak yakin kapan pemilik akan membuat keputusan dan mendatangkan manajer baru.”
Terry pesimis Chelsea dapat tampil di kompetisi Eropa musim depan. Ia menyoroti kendala finansial klub yang tampaknya tidak memungkinkan untuk mendatangkan pemain baru, bahkan berpotensi harus menjual pemain terbaik mereka.
“Apakah manajer top sejati akan datang ke Chelsea saat ini dalam posisi kami? Tidak bisa membeli pemain, sepertinya harus menjual pemain, dan itu akan menjadi pemain terbaik kami, yang selalu sulit,” jelasnya.
“Kami tidak akan bermain di kompetisi Eropa, saya harap saya salah,” tutup Terry.
Ikuti Akses.co.id
