— Sejumlah wilayah di Jakarta dilanda pemadaman listrik pada Kamis (23/4/2026) sejak sekitar pukul 10.25 WIB hingga sore hari. Gangguan suplai daya ini berdampak pada aktivitas warga, operasional transportasi umum, hingga kelancaran lalu lintas di beberapa titik strategis ibu kota.

Pemadaman listrik tersebut dilaporkan terjadi di beberapa lokasi, termasuk Jalan Raya Sultan Agung, Setiabudi, Jakarta Selatan, serta kawasan Cipinang, Jakarta Timur. Akun Instagram @jalur5 turut melaporkan adanya gangguan serupa di Halte CSW, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, yang mengakibatkan penumpukan penumpang.

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya mengonfirmasi adanya gangguan suplai listrik yang berdampak di sejumlah titik tersebut. Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jakarta Raya, Haris Andika, menyatakan bahwa pihaknya segera melakukan upaya penanganan.

“PLN fokus lakukan upaya penormalan,” ujar Haris dalam pernyataan resmi yang dikonfirmasi Kompas.com, Kamis.

Dampak pada Lalu Lintas dan Transportasi

Pemadaman listrik juga dirasakan dampaknya pada sistem transportasi dan lalu lintas. Lampu lalu lintas di kawasan Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, dilaporkan padam sejak sekitar pukul 11.30 WIB.

Kanit Lantas Polsek Cengkareng, AKP Yeni, menjelaskan bahwa kondisi tersebut terjadi akibat terganggunya pasokan listrik dari PLN. “Khusus di Daan Mogot, TL Cengkareng Timur dan Cengkareng Barat itu mati, baik arah Rawa Buaya maupun ke tiga penjuru lainnya,” kata Yeni saat dihubungi Kompas.com melalui telepon, Kamis.

Meskipun demikian, arus lalu lintas di kawasan tersebut dilaporkan masih dapat dikendalikan. Petugas kepolisian segera diterjunkan ke lapangan untuk melakukan pengaturan lalu lintas. Personel Polantas juga disebar ke sejumlah titik rawan untuk mencegah penumpukan kendaraan.

“Tadi anggota kami sudah langsung menyebar di beberapa titik untuk tindak lanjut. Sampai siang ini belum ada penumpukan, alhamdulillah lancar terkendali,” ucap Yeni.

Operasional LRT Jakarta Terganggu

Gangguan listrik juga sempat memengaruhi operasional LRT Jakarta. Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan PT LRT Jakarta, Sheila Indira, mengatakan bahwa gangguan terjadi akibat kendala pasokan listrik dari PLN.

“Tadi sempat terjadi gangguan operasional LRT Jakarta sebagai akibat dari kendala pasokan listrik,” tutur Sheila saat dikonfirmasi Kompas.com lewat pesan singkat, Kamis.

Sheila memastikan bahwa penumpang yang terdampak telah ditangani oleh petugas di stasiun. Operasional LRT Jakarta dilaporkan kembali normal pada pukul 11.20 WIB. Ia juga menyebutkan bahwa pihaknya memiliki prosedur pemantauan untuk memastikan tidak ada dampak lanjutan dari gangguan tersebut.

“Pasca kejadian yang berpengaruh pada operasional, kami punya prosedur monitor,” ujarnya. “Untuk make sure bahwa tidak ada dampak berkelanjutan maupun antisipasi gangguan susulan,” tambahnya.

Sistem Kelistrikan Pulih 100 Persen

PLN memastikan sistem kelistrikan Jakarta yang sempat terganggu telah pulih 100 persen pada Kamis sore. Haris Andika menjelaskan bahwa gangguan terjadi sejak pukul 10.25 WIB dan berdampak pada sebagian wilayah Jakarta.

“PT PLN (Persero) telah berhasil memulihkan 100 persen sistem kelistrikan yang sempat mengalami gangguan di sebagian wilayah Jakarta pada pukul 10.25 WIB,” ujar Haris dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com.

Ia merinci, pemulihan dilakukan secara bertahap. Sebagian besar wilayah kembali normal pada pukul 12.23 WIB, sementara sekitar lima persen sisanya pulih pada pukul 15.05 WIB.

PLN masih melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti gangguan tersebut. Perusahaan juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan.

“PLN terus berupaya memperkuat keandalan sistem kelistrikan serta menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi,” kata Haris.

Haris menambahkan, dari total 76 gardu induk yang menopang sistem kelistrikan Jakarta dan sekitarnya, sebanyak 13 gardu induk sempat terdampak gangguan pasokan listrik.

“Sebagai gambaran, sistem kelistrikan wilayah Jakarta dan sekitarnya ditopang oleh 76 gardu induk. Dari jumlah tersebut, 13 gardu induk sempat terdampak gangguan pasokan listrik,” ungkapnya.