— PATI, KOMPAS.com – Pemerintah Kabupaten Pati berkomitmen untuk segera membangun ulang Sekolah Dasar Negeri (SDN) Mencon 01 di Kecamatan Pucakwangi yang roboh. Peninjauan langsung lokasi oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, bersama jajaran Dinas Pendidikan pada Sabtu (25/4/2026) menegaskan keseriusan pemerintah dalam penanganan pasca-bencana ini.

Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempercepat proses perbaikan dan memastikan kesiapan teknis pembangunan kembali sekolah yang rusak parah tersebut. “Alhamdulillah minggu sebelumnya kami sudah ke Jakarta. Tanggal 5 nanti akan dilakukan verifikasi, dan minggu setelahnya pembangunan sudah bisa dimulai,” ungkap Chandra, didampingi jajaran terkait.

Chandra menjelaskan bahwa koordinasi intensif telah dilakukan dengan Kementerian Pendidikan, mencakup tahapan administrasi hingga aspek teknis yang diperlukan untuk memulai pembangunan ulang.

Siswa Belajar Sementara di Pendopo Desa dan Rumah Warga

Selama masa pembangunan berlangsung, Pemerintah Kabupaten Pati telah menyiapkan solusi sementara untuk memastikan kegiatan belajar mengajar siswa SDN Mencon 01 tidak terhenti. Siswa dari kelas I hingga V rencananya akan dipindahkan dan melaksanakan kegiatan belajar di pendopo Kepala Desa Mencon mulai Mei 2026.

“Selama pembangunan, anak-anak difasilitasi oleh Pak Petinggi Mencon. Insyaallah bulan Mei sudah bisa mulai belajar di pendopo,” jelas Chandra, merujuk pada Kepala Desa Mencon. Saat ini, proses belajar mengajar memang telah berlangsung secara terpencar di berbagai lokasi akibat rusaknya bangunan sekolah.

Kepala Sekolah SDN Mencon 01, Muhammad Yusuf Amin, merinci bahwa saat ini hanya siswa kelas V dan VI yang masih dapat belajar di lingkungan sekolah yang tersisa. Siswa kelas I terpaksa menempati balai desa, kelas II belajar di rumah perangkat desa, kelas III di rumah wali kelas, sementara kelas IV menggunakan kantor pemerintah desa.

“Kami terpaksa memanfaatkan berbagai tempat karena empat ruang kelas sudah tidak bisa digunakan,” ujar Yusuf, menjelaskan kondisi darurat yang dihadapi.

Bangunan Lapuk dan Kondisi Tanah Labil Jadi Penyebab

Kerusakan bangunan SDN Mencon 01 disebut telah mencapai sekitar 90 persen, membuatnya tidak layak untuk digunakan dan membahayakan keselamatan siswa. Empat ruang kelas dilaporkan tidak dapat difungsikan sama sekali.

Yusuf menambahkan bahwa kondisi bangunan semakin memburuk setelah hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada Sabtu malam (11/4/2026), yang menyebabkan sebagian atap bangunan ambrol. “Bangunan ini memang sudah lapuk. Saat hujan deras sekitar pukul 19.00 WIB, atap roboh. Beruntung kejadian terjadi malam hari sehingga tidak ada korban,” ujarnya.

Selain kondisi bangunan yang rapuh, faktor lain yang turut berkontribusi adalah kondisi tanah di area sekolah yang dinilai labil dan berisiko mengalami pergeseran. “Kalau hanya renovasi parsial, justru berbahaya. Tembok sudah retak dan tanahnya tidak stabil. Solusinya harus pembangunan total,” tegasnya.

Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menegaskan bahwa pembangunan ulang SDN Mencon 01 tidak hanya akan mengganti bangunan yang rusak, tetapi juga akan fokus pada peningkatan kualitas infrastruktur agar lebih aman dan kokoh untuk jangka panjang. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta mengawasi proses pembangunan agar dapat berjalan secara transparan dan sesuai target waktu.

“Kami mohon dukungan semua pihak agar pembangunan ini berjalan lancar, diawasi bersama, dan hasilnya benar-benar bagus serta aman untuk anak-anak,” tandasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Plt Bupati Pati juga menyempatkan diri untuk meninjau SMP Negeri 2 Pucakwangi yang juga masuk dalam rencana revitalisasi akibat kondisi bangunannya yang mulai mengalami kerusakan.