Akses.co.id — Sayuran sederhana yang akrab di meja makan masyarakat Indonesia, kubis, diprediksi akan menjadi tren kuliner global pada tahun 2026. Prediksi ini muncul dari laporan tahunan Pinterest Predicts 2026, yang melihat pergeseran selera konsumen pasca-populeritas kale dan brussels sprouts.
Tren ini sejalan dengan meningkatnya popularitas kuliner Asia di panggung dunia, yang banyak memanfaatkan berbagai jenis kubis sebagai bahan utama dalam hidangan seperti dumpling dan kimchi. Fenomena ini bahkan diistilahkan sebagai “Cabbage Crush”.
Sydney Stanback, Global Trends and Insight Lead di Pinterest, menjelaskan bahwa popularitas kubis saat ini didorong oleh kombinasi faktor yang membuatnya menarik bagi konsumen modern.
“Kubis itu terjangkau, bergizi, dan punya nilai nostalgia. Tren ini mencerminkan keinginan kembali ke makanan sederhana, tetapi tetap diolah dengan sentuhan rasa global yang lebih berani,” ujar Stanback.
Alasan Kubis Merajai Tren Kuliner
Salah satu daya tarik utama kubis adalah harganya yang relatif terjangkau, menjadikannya pilihan yang ekonomis di tengah kenaikan biaya bahan pangan. Fleksibilitasnya dalam pengolahan juga menjadi poin penting.
Penulis buku masak, Joe Yonan, menyoroti daya tahan kubis sebagai keunggulan lain. “Dengan penyimpanan yang tepat, kubis bisa bertahan berminggu-minggu di kulkas. Artinya, risiko terbuang juga lebih kecil,” ungkapnya.
Kubis dapat diolah dengan berbagai cara, mulai dari dipanggang, ditumis, direbus, difermentasi, hingga dikonsumsi mentah. Fleksibilitas ini memungkinkan kubis bertransformasi menjadi hidangan yang beragam, mulai dari salad segar, sup hangat, hingga tumisan kaya rasa.
Tak hanya itu, kubis juga mudah beradaptasi dengan berbagai cita rasa kuliner dunia. Kemampuannya untuk berpadu dengan hidangan seperti dumpling, kimchi, sauerkraut, hingga sup Eropa Timur menunjukkan potensi besar dalam kancah global.
Secara nutrisi, kubis juga menawarkan manfaat signifikan. Satu gelas kubis parut mengandung serat, protein, serta vitamin C dan K yang penting bagi kesehatan tubuh.
Sentuhan Koki Dunia untuk Kubis
Di dapur profesional, kubis diolah menjadi hidangan yang memukau, jauh dari kesan sederhana. Chef Kyle Knall, misalnya, menyajikan kubis panggang dengan keju raclette dan kaldu daging asap.
Sementara itu, Chef Ayesha Nurdjaja mengkreasikan kubis panggang dengan perpaduan keju kambing, saus pedas, dan remah roti lemon. Di restoran lain, ia menghidangkan kubis napa dengan krim segar, delima, hazelnut, dan rempah Timur Tengah.
Chef Alon Shaya bahkan menggunakan teknik sous vide sebelum memanggang kubis hingga karamelisasi, lalu menyajikannya dengan saus kacang dan tahini. Hidangan ini menjadi salah satu menu andalan di restorannya.
Mengolah Kubis ala Rumahan
Meskipun tampil mewah di restoran, mengolah kubis di rumah ternyata sangatlah mudah. Hidangan sederhana seperti menumis kubis dengan mentega, garam, dan rempah hingga teksturnya lembut bisa menjadi pilihan lezat.
Bagi masyarakat Indonesia, kubis telah lama menjadi bahan dasar berbagai masakan tradisional. Pepes kubis ayam, kubis gulung tahu, tumis kubis pedas, hingga bakwan sayur kol dan wortel adalah beberapa contoh hidangan yang bisa dicoba.
Dengan teknik memasak yang tepat, hidangan kubis rumahan dapat disajikan sebagai lauk makan maupun camilan lezat yang disukai seluruh keluarga.
Ikuti Akses.co.id
