— BEKASI, KOMPAS.com — Tumpukan sampah ilegal yang menggunung di Desa Satria Jaya, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, semakin mengkhawatirkan warga. Kondisi ini tidak hanya menimbulkan bau menyengat yang mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga berpotensi mengancam kesehatan masyarakat sekitar.

Pantauan Kompas.com di lokasi pada Minggu (26/4/2026) menunjukkan, sampah tersebut memenuhi lahan terbuka di pinggir jalan, berdekatan langsung dengan permukiman warga. Beragam jenis limbah rumah tangga mendominasi tumpukan, mulai dari kantong plastik berisi sisa makanan, karung, botol kaca, peti kayu, pakaian bekas, hingga popok bayi bekas dan berbagai peralatan rumah tangga tak terpakai.

Beberapa bagian sampah tampak mengering dan membusuk, menghasilkan bau tak sedap yang tercium dari jarak cukup jauh. Tanda-tanda bekas pembakaran sampah juga terlihat di beberapa titik.

Keluhan Warga Sejak Lama

Murjaya (46), salah seorang warga setempat, mengungkapkan bahwa keberadaan TPS liar ini sudah ia ketahui sejak tahun 2015. Namun, ia menilai kondisi saat ini jauh lebih parah dibandingkan bertahun-tahun lalu.

“Dulu itu sampahnya tidak sebanyak ini. Kalau sekarang banyak sekali,” ujar Murjaya kepada Kompas.com.

Ia menambahkan, dampak paling signifikan yang dirasakan adalah bau busuk yang menyengat, terutama pada pagi hari. Kekhawatiran akan penyebaran penyakit akibat lingkungan yang kotor pun menghantui warga.

“Tentu baunya sangat mengganggu. Warga juga takut terserang penyakit karena lingkungannya kotor seperti ini,” tuturnya.

Murjaya menduga, sampah yang menumpuk di lokasi tersebut bukan berasal dari warga sekitar. Ia menduga pembuangan sampah dilakukan secara diam-diam, terutama pada malam hari.

“Bukan warga sini yang buang. Kayaknya mereka juga buangnya pas malam, jadi enggak ketahuan siapa pelakunya,” katanya.

Putra (28), warga lain yang kerap melintasi jalan tersebut, turut menyuarakan keluhannya. Ia merasa risih melihat tumpukan sampah yang terkadang meluber hingga ke badan jalan.

“Kadang sampahnya sampai ke jalan juga. Jadi pas lewat itu rasanya risih dan bingung, kenapa bisa ada tumpukan sampah di dekat pemukiman warga dan pinggir jalan,” ucap Putra.

Ia berharap pemerintah desa maupun pemerintah kabupaten dapat segera mengambil tindakan penertiban dan pembersihan lokasi tersebut.

“Harapannya pemerintah desa atau kabupaten bisa segera angkut sampah di situ, secepat mungkin,” pintanya.

Hingga berita ini ditayangkan, Kompas.com masih berupaya mengonfirmasi pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi. Juru Bicara Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Dedi Kurniawan, belum memberikan tanggapan.