— LAMONGAN, KOMPAS.com – Perjuangan panjang Mulyono (48) dan Wiwik Mujiyati (43), pasangan suami istri pedagang ikan di Desa Kemlagigede, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, akhirnya berbuah manis. Setelah menabung selama 21 tahun sejak 2005 dan menunggu antrean selama 14 tahun, mereka dipastikan akan menunaikan ibadah haji pada musim 2026.

Kisah mereka menjadi bukti nyata kesabaran dan kegigihan dalam meraih impian memenuhi rukun Islam kelima. Di tengah kesibukan melayani pembeli di pasar, Mulyono dan Wiwik konsisten menyisihkan sebagian keuntungan mereka untuk tabungan haji. Uang sebesar Rp 50.000 hingga Rp 150.000 dikumpulkan setiap hari.

“Setiap hari kami kumpulkan sedikit demi sedikit dari hasil jualan ikan. Alhamdulillah akhirnya bisa daftar, walaupun harus menunggu lama,” tutur Mulyono saat ditemui di Lamongan, Kamis (23/4/2026).

Mulyono menambahkan bahwa ia baru bisa mendaftarkan diri secara resmi pada tahun 2012, setelah dana yang terkumpul sejak 2005 mencukupi untuk setoran awal.

Perjuangan dari Sepeda Keliling

Perjalanan hidup pasangan ini tidaklah mudah. Sebelum menetap berjualan di pasar, Mulyono dan Wiwik harus berjualan ikan keliling menggunakan sepeda selama dua tahun. Mereka menyusuri gang-gang kampung di wilayah Lamongan untuk mencari nafkah.

Kegigihan mereka akhirnya membuahkan hasil, memungkinkan mereka menempati lapak di pasar krempyeng wilayah Made dan bertahan di sana selama lebih dari dua dekade. Kini, keduanya akan segera berangkat ke Tanah Suci.

“Haji itu panggilan. Rasanya campur aduk, terharu, sedih, tapi juga bahagia sekali,” ujar Wiwik dengan mata berkaca-kaca saat menceritakan perjuangannya.

Menjelang hari keberangkatan, pasangan pedagang ikan ini mengaku telah melakukan berbagai persiapan, baik fisik maupun mental. Selama berada di Madinah dan Makkah, mereka berencana untuk fokus beribadah dan memohon doa terbaik bagi keluarga.

“Kami sudah siap lahir dan batin. Di sana nanti ingin memperbanyak ibadah serta memohon kesehatan dan kelancaran,” tambah Wiwik.

Kisah Mulyono dan Wiwik kini menjadi inspirasi bagi warga Desa Kemlagigede. Perjalanan mereka membuktikan bahwa niat menunaikan ibadah haji yang dibarengi dengan kerja keras dan kesabaran akan membuahkan hasil pada waktu yang tepat.