Global

Rusia dan Korut Akan Buka Jembatan yang Hubungkan Kedua Negara

Advertisement

PYONGYANG – Korea Utara dan Rusia bersiap meresmikan jembatan yang melintasi Sungai Tumen, menghubungkan kedua negara. Proyek yang dimulai sekitar setahun lalu ini digadang-gadang akan menjadi fasilitator penting dalam peningkatan kerja sama bilateral, mencakup sektor pariwisata, perdagangan, dan pergerakan masyarakat.

Jembatan sepanjang 850 meter ini, yang akan terhubung langsung dengan sistem jalan raya Rusia, merupakan hasil kesepakatan yang dicapai saat kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin ke Korea Utara pada tahun 2024. Media pemerintah Korea Utara, KCNA, melaporkan pada Kamis (23/4/2026) bahwa sebuah seremoni telah digelar pada Selasa (21/4/2026) untuk menandai penyambungan jembatan tersebut, sebagaimana diberitakan oleh Moscow Times.

Pembangunan jembatan baru ini berlokasi di dekat “Jembatan Persahabatan” yang telah lebih dulu ada. Jembatan kereta api tersebut diresmikan pada tahun 1959, pasca-Perang Korea. KCNA mengindikasikan bahwa upacara pembukaan akan segera dilangsungkan, meskipun tanggal pastinya belum diumumkan secara spesifik.

Detail Proyek dan Dampaknya

Kedutaan Besar Rusia di Pyongyang melalui akun Telegramnya menyatakan bahwa jembatan tersebut ditargetkan selesai pada 19 Juni 2026. Oleg Kozhemyako, gubernur wilayah Primorsky di Timur Jauh Rusia, menambahkan bahwa jembatan ini akan memberikan kontribusi signifikan dalam mendorong perdagangan serta memperluas hubungan budaya dan pariwisata antara kedua negara.

Menurut Kozhemyako, keberadaan jembatan baru ini akan memangkas jarak tempuh antara Vladivostok dan kota perbatasan Rason menjadi hanya 320 kilometer. Kapasitasnya diperkirakan mampu menampung hingga 300 kendaraan per hari.

Advertisement

Eratnya Hubungan Bilateral

Dalam beberapa waktu terakhir, delegasi Rusia telah melakukan serangkaian kunjungan ke Korea Utara, menggarisbawahi semakin eratnya hubungan kedua negara. Pada Rabu (22/4/2026), Menteri Dalam Negeri Rusia Vladimir Kolokoltsev bertemu dengan Jo Yong Won, ketua Komite Tetap Majelis Rakyat Tertinggi Korea Utara. Pertemuan tersebut digambarkan oleh KCNA sebagai momen yang berlangsung dalam “suasana yang menguntungkan.”

Sehari sebelumnya, Menteri Kesehatan Rusia Mikhail Murashko telah mengunjungi kota Wonsan untuk menghadiri upacara peresmian sebuah rumah sakit. Pembangunan fasilitas kesehatan ini disebut-sebut sebagai simbol “persahabatan” antara Rusia dan Korea Utara.

Hubungan strategis kedua negara semakin diperkuat pada tahun 2024 melalui penandatanganan perjanjian kemitraan strategis komprehensif saat kunjungan Presiden Putin ke Pyongyang. Perjanjian ini mencakup ketentuan mengenai pertahanan bersama. Sebelumnya, Korea Utara juga dilaporkan telah mengirim ribuan tentara untuk bergabung dengan pasukan Rusia di wilayah Kursk, Rusia barat, pasca-invasi besar-besaran ke Ukraina.

Advertisement