Regional

RSUD Tjitrowardojo Purworejo Segera Punya Cathlab, Pasien Jantung Bisa Langsung Ditangani

Advertisement

RSUD dr. Tjitrowardojo Purworejo selangkah lebih maju dalam penanganan penyakit jantung. Rumah sakit pelat merah ini segera memiliki fasilitas Catheterization Laboratory atau Cathlab, yang memungkinkan diagnosis dan tindakan langsung bagi pasien dengan kelainan jantung.

Selama ini, pasien jantung asal Purworejo dan sekitarnya harus menempuh perjalanan ke kota besar seperti Yogyakarta atau Semarang untuk mendapatkan penanganan spesifik. “Selama ini, layanan tersebut belum tersedia di Purworejo sehingga pasien harus dirujuk ke rumah sakit besar di luar daerah,” ujar Direktur RSUD dr. Tjitrowardojo, Tolkha Amaruddin, kepada Kompas.com, Kamis (23/4/2026).

Kehadiran Cathlab disambut baik karena diprediksi akan memberikan dampak signifikan bagi masyarakat. Dengan alat ini, pasien tidak perlu lagi dirujuk jauh, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat. “Dengan adanya fasilitas ini, pasien jantung bisa langsung ditangani di daerah sendiri. Ini tentu akan mempercepat layanan sekaligus meningkatkan keselamatan pasien,” jelas Tolkha.

Pengadaan Cathlab ini merupakan bagian dari Program SIHREN (Strengthening Indonesia’s Healthcare Referral Network) yang digagas oleh Kementerian Kesehatan. Tolkha memastikan bahwa kesiapan rumah sakit untuk mengoperasikan Cathlab sudah matang, mulai dari infrastruktur, kelengkapan peralatan, hingga sumber daya manusia.

Tantangan Perizinan dan Pembiayaan

Meskipun kesiapan teknis sudah memadai, operasional Cathlab belum bisa langsung dimulai. Pihak rumah sakit masih menunggu proses perizinan dari Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) karena penggunaan alat ini berkaitan dengan radiasi. Selain itu, negosiasi kerja sama dengan BPJS Kesehatan juga tengah disiapkan, mengingat biaya tindakan jantung yang tergolong tinggi.

Advertisement

“Target kami, paling lambat bulan Juli layanan Cathlab sudah bisa berjalan. Saat ini kami fokus menyelesaikan izin dan kerja sama pembiayaan,” terang Tolkha.

Tolkha menambahkan bahwa bantuan alat kesehatan dari pemerintah ini memiliki masa garansi hingga tujuh tahun. Kesiapan sumber daya manusia menjadi salah satu syarat utama sebelum alat tersebut benar-benar dioperasikan. RSUD dr. Tjitrowardojo telah memiliki tenaga medis yang mumpuni, termasuk dokter spesialis intervensi jantung dan bedah saraf. Tiga dokter operator juga telah menyelesaikan program fellowship di berbagai institusi, baik di dalam maupun luar negeri.

Dukungan Alat Kesehatan Lain

Selain Cathlab, RSUD dr. Tjitrowardojo juga menerima total 12 paket alat kesehatan lain melalui program SIHREN. Fasilitas tambahan ini meliputi CT scan, mamografi untuk deteksi dini kanker payudara, serta fasilitas imunohistokimia (IHK) yang berfungsi untuk menentukan jenis tumor secara lebih akurat.

Seluruh pengadaan alat kesehatan ini bertujuan untuk mendukung penanganan penyakit prioritas nasional yang dikenal dengan istilah KJSU, yaitu kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi.

Advertisement