— Sebanyak 1.515 warga Suku Baduy melaksanakan tradisi tahunan Seba Baduy 2026 dengan mendatangi Pendopo Bupati Lebak di Rangkasbitung, Banten, pada Sabtu (25/4/2026) malam. Kunjungan ini bertujuan untuk menyampaikan amanat leluhur dan menyerahkan hasil panen setahun terakhir.

Seba Baduy merupakan ritual sakral yang digelar setahun sekali, biasanya setelah warga Baduy menyelesaikan ritual Kawalu atau bulan puasa dalam kalender adat mereka. Dalam prosesi bertajuk Ritual Murwa Seba, perwakilan Suku Baduy menyampaikan dua pesan utama kepada pemerintah daerah: pentingnya menjaga kelestarian air dan peringatan keras terhadap praktik korupsi.

Pesan Penjagaan Air dan Integritas Pemimpin

Saidi Putra, salah seorang perwakilan Suku Baduy, menyampaikan harapannya agar pemerintah tidak melupakan asal-usul dan memperhatikan larangan terkait air. “Mohon dipikirkan di mana saja terkait larangan terkait air. Diselamatkan dunia dan airnya,” ujar Saidi di hadapan Bupati Lebak.

Ia menekankan bahwa air adalah anugerah alam yang wajib dijaga. Mengutip amanat leluhur, Saidi memperingatkan bahwa air yang tercemar dapat mendatangkan musibah. Ia secara spesifik meminta ketegasan pemerintah dalam menangani pencemaran sungai.

“Kami menitip khususnya di Lebak dan Banten, limbah jangan dialirkan ke sungai, mohon dikubur agar sungai bersih,” tegasnya.

Selain isu lingkungan, Saidi juga menyisipkan pesan moral politik bagi para pemangku kebijakan. Melalui sebuah pantun, ia menyoroti pentingnya integritas seorang pemimpin.

“Seorang pemimpin harus pintar, harus pandai memberantas korupsi,” kata Saidi.

Tanggapan Bupati dan Harapan Pariwisata

Bupati Lebak, Hasbi Jayabaya, menyatakan menerima seluruh amanat tersebut dengan penuh rasa hormat. Ia mengakui bahwa kearifan lokal Suku Baduy memberikan pelajaran berharga mengenai keseimbangan hidup antara manusia dan alam.

“Kami memahami bahwa Seba Baduy bukan hanya seremoni, tapi mengajarkan kita betapa pentingnya menjaga alam. Pesan yang disampaikan warga Baduy yakni ‘Gunung jangan dilebur, Lebak jangan dirusak’, mari menjaga alam bersama,” tutur Hasbi.

Pemerintah Kabupaten Lebak berharap penyelenggaraan Seba Baduy 2026 dapat masuk dalam jajaran 10 besar Karisma Event Nusantara (KEN) dari Kementerian Pariwisata. Hal ini didasari oleh nilai budaya dan daya tarik wisata yang sangat besar bagi Provinsi Banten.