— Pelatih Como 1907, Cesc Fabregas, menanggapi rumor yang mengaitkannya dengan kursi kepelatihan Chelsea. Ia menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah mempersiapkan timnya menghadapi pertandingan Serie A, bukan spekulasi mengenai masa depannya.

Fabregas, yang santer dikabarkan menjadi kandidat kuat pengganti Liam Rosenior di Stamford Bridge, memilih untuk mengabaikan isu tersebut. Ketertarikan Chelsea dinilai wajar mengingat performa impresif Fabregas yang berhasil membawa Como bersaing di papan atas Liga Italia. Sejarahnya sebagai pemain Chelsea pada periode 2014-2019, di mana ia meraih lima trofi, juga menambah spekulasi kepulangannya.

“Saya tidak perlu mengatakan apa pun, karena saya belum mendengar apa pun dari presiden,” ujar Fabregas seperti dikutip dari TuttoMercatoWeb. Ia menekankan bahwa memikirkan spekulasi di luar lapangan adalah tindakan yang keliru di tengah jadwal kompetisi yang padat.

“Saya tidak tahu apa-apa tentang itu. Akan bodoh untuk memikirkan hal-hal yang tidak penting sekarang,” tegasnya. Bagi pelatih berusia 38 tahun itu, prioritas utama adalah memberikan hasil maksimal bagi para pendukung Como.

“Hal terpenting adalah Genoa, pertandingan berikutnya, dan kami ingin melakukan segala upaya untuk menang,” katanya. Ia menambahkan, “Saya pikir saya akan terus menjadi pelatih Como. Pengalaman saya sebagai pemain memberi saya ketenangan pikiran.”

Sikap Terbuka Manajemen Como

Di sisi lain, perwakilan manajemen Como 1907, Mirwan Suwarso, menunjukkan sikap yang pragmatis terkait potensi kepergian Fabregas. Ia menyatakan bahwa klub tidak akan menghalangi ambisi Fabregas jika memang ingin melatih klub yang lebih besar seperti Chelsea.

“Jika itu membuatnya bahagia, ya sudah. Pada akhirnya, kami tidak bisa memilikinya selamanya,” ungkap Mirwan. Ia menilai bahwa dalam industri sepak bola profesional, perpindahan pelatih menuju jenjang karier yang lebih tinggi adalah hal yang lumrah.

“Dia bebas pergi ke Chelsea jika dia mau. Bisnis adalah bisnis, ide adalah ide. Kami harus melihat segala sesuatu dengan cara yang masuk akal, bukan?” katanya melanjutkan.