Akses.co.id — PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan perubahan signifikan pada komposisi sejumlah indeks saham utama yang berlaku mulai 4 Mei hingga 31 Juli 2024. Perombakan ini mencakup masuknya beberapa emiten baru ke indeks bergengsi seperti LQ45, sekaligus menyingkirkan sejumlah saham yang sebelumnya menjadi bagian dari indeks tersebut.
Perubahan paling mencolok terjadi pada indeks LQ45, di mana BEI memasukkan lima saham baru. Kelima emiten tersebut adalah PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA), PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI).
Masuknya CUAN menambah daftar emiten yang terafiliasi dengan konglomerat Prajogo Pangestu dalam indeks yang berfokus pada likuiditas ini. Sementara itu, WIFI, yang memiliki kaitan dengan Hashim Djojohadikusumo, juga resmi menjadi penghuni baru LQ45.
Di sisi lain, beberapa saham harus keluar dari indeks LQ45, termasuk PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL).
Perubahan pada Indeks Lainnya
Perombakan juga terjadi pada indeks IDX30, di mana PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) masuk menggantikan PT Indosat Tbk (ISAT).
Sementara itu, indeks IDX80 kedatangan lima saham baru: PT Sentul City Tbk (BKSL), PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), DEWA, PT Gudang Garam Tbk (GGRM), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA). Saham-saham yang keluar dari indeks ini antara lain PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS), PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL), BREN, DSSA, dan NCKL.
Indeks Bisnis-27 pun mengalami penyesuaian. Saham-saham seperti PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) masuk dalam indeks ini, bersama sejumlah emiten lainnya. Namun, ADMR dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) harus keluar.
Pada indeks MNC36, dua saham tambang, yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA), kini menjadi penghuni baru. Sebaliknya, BRPT, CTRA, dan HEAL tersingkir dari daftar.
Perubahan komposisi juga merambah indeks sektoral dan tematik lainnya, seperti SMINFRA18 dan IDXESGL, yang turut menyesuaikan saham-sahamnya berdasarkan kriteria terbaru BEI.
Kriteria Seleksi Diperbarui
BEI sebelumnya telah memperbarui aturan seleksi indeks, termasuk penyesuaian kriteria universe saham untuk LQ45, IDX30, dan IDX80. Salah satu poin utama adalah dikeluarkan saham dengan kepemilikan terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration (HSC) dari perhitungan indeks.
Selain itu, batas minimum free float atau saham yang beredar di publik kini ditingkatkan menjadi minimal 10 persen, atau mengikuti ketentuan Peraturan I-A. BEI juga melonggarkan aturan suspensi, dari sebelumnya mensyaratkan saham aktif diperdagangkan selama enam bulan terakhir menjadi toleransi maksimal satu hari tidak ditransaksikan dalam periode tersebut.
Ikuti Akses.co.id
