Akses.co.id — Film box office Korea Selatan, The King’s Warden, yang berhasil memikat lebih dari 16,6 juta penonton, akan segera hadir di platform streaming. Setelah mencatatkan diri sebagai salah satu film terlaris sepanjang masa di Korea Selatan, karya arahan sutradara Jang Hang Jun ini dijadwalkan tayang perdana di layanan Over-The-Top (OTT) pada 29 April 2026. Namun, peluncurannya tidak akan melalui platform global seperti Netflix atau TVING, melainkan secara eksklusif hadir di Coupang Play. Menariknya, penonton tetap diharuskan membayar biaya terpisah untuk mengakses film ini, meskipun sudah menjadi pelanggan layanan tersebut.
Antusiasme Penonton Tetap Tinggi
Meskipun telah meraih kesuksesan luar biasa di layar lebar, antusiasme publik terhadap The King’s Warden belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Banyak penonton yang belum berkesempatan menyaksikannya di bioskop, sementara sebagian lainnya ingin kembali menikmati alur cerita emosional film tersebut dari kenyamanan rumah.
Secara naratif, The King’s Warden mengisahkan tragedi yang menimpa Raja muda Danjong dari Dinasti Joseon. Setelah digulingkan melalui kudeta Gyeyu, ia terpaksa menjalani pengasingan di wilayah Yeongwol. Selama masa pengasingannya, kehidupannya diawasi ketat oleh seorang kepala desa bernama Eom Heung Do.
Peran Raja Danjong yang jatuh dari takhta diperankan oleh Park Ji Hoon, sementara Yoo Hae Jin memerankan karakter Eom Heung Do. Awalnya hanya menjalankan tugas, Eom secara perlahan mulai menunjukkan empati saat menyaksikan penderitaan sang raja muda. Hubungan keduanya pun berkembang menjadi sebuah ikatan emosional yang menyentuh.
Film ini juga menampilkan Yoo Ji Tae sebagai tokoh politik berpengaruh, Han Myeong Hoe, yang turut menambah ketegangan dalam alur cerita. Deretan pemain lain, termasuk Jeon Mi Do, turut memperkuat narasi yang berhasil memadukan nuansa tragedi sejarah dengan sentuhan kehangatan dan kemanusiaan.
Strategi Distribusi yang Unik
Keputusan untuk merilis The King’s Warden secara eksklusif di Coupang Play menjadi sorotan. Dalam beberapa tahun terakhir, platform ini memang menunjukkan agresivitas dalam memperluas jangkauan kontennya, termasuk melalui produksi orisinal dan hak siar ajang olahraga besar seperti Liga Inggris. Strategi ini dinilai sebagai upaya untuk menarik lebih banyak pengguna dengan menghadirkan konten eksklusif yang tengah menjadi pembicaraan publik.
Periode Rilis yang Singkat di Platform Digital
Menariknya, film ini hadir di platform streaming hanya berselang 76 hari setelah penayangannya di bioskop. Periode ini tergolong singkat untuk sebuah film blockbuster. Model distribusi yang diterapkan pun berbeda dari kebiasaan.
Alih-alih langsung dimasukkan dalam paket langganan bulanan, film ini dirilis dengan sistem TVOD (Transactional Video on Demand). Artinya, penonton harus melakukan pembayaran per tayangan untuk bisa menyaksikannya. Langkah ini dinilai sebagai strategi untuk memaksimalkan potensi pendapatan dari sebuah film yang telah terbukti meraih kesuksesan besar di pasar bioskop.
Hingga kini, belum ada informasi resmi mengenai ketersediaan The King’s Warden di platform lain seperti Netflix atau TVING.
Ikuti Akses.co.id
