— Ketegangan geopolitik yang berkecamuk di perbatasan Ukraina-Rusia tidak hanya memicu krisis kemanusiaan dan keamanan, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak radioaktif dan gangguan iklim global yang dapat bertahan hingga enam tahun lamanya. Jelaga yang terlepas dari ledakan nuklir diperkirakan akan memanaskan stratosfer dan mengubah pola sirkulasi atmosfer utama, termasuk arus jet dan zona konvergensi intertropis.

Lebih jauh, material radioaktif yang menempel pada partikel karbon hitam dari konflik tersebut juga berpotensi menyebar luas dalam jangka panjang. Studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal npj Clean Air mengungkapkan bahwa radionuklida berumur panjang dapat terangkut secara global, dengan sekitar 40 persen di antaranya diperkirakan akan mengendap di Belahan Bumi Selatan.

“Bahkan konflik nuklir regional berskala kecil pun tidak akan lama menjadi bencana regional. Simulasi kami menunjukkan bahwa dampaknya dapat bergema di seluruh planet selama bertahun-tahun, mengganggu sistem iklim dan menyebarkan dampak radioaktif jauh melampaui zona ledakan, mengubah perang regional menjadi krisis global,” ujar Ananth Ranjithkumar, penulis utama studi sekaligus peneliti pascadoktoral di Universitas Exeter, seperti dilansir dari Phys pada Jumat (24/4/2026).

Temuan ini menggarisbawahi bahwa konsekuensi dari konflik berskala regional dapat melampaui batas-batas geografis zona perang, menjadikan perang di perbatasan Ukraina-Rusia sebagai isu kemanusiaan dan lingkungan berskala global.

Simulasi Dampak Iklim dan Radioaktif

Berdasarkan hasil simulasi konflik nuklir regional hipotetis di perbatasan Ukraina-Rusia menggunakan ‘Model Sistem Bumi Inggris’, jelaga dari ledakan nuklir akan menyebar dengan cepat melalui atmosfer. Penyebaran ini akan menghalangi sinar matahari dan mengganggu iklim di seluruh Belahan Bumi Utara.

Dalam tahun pertama pascakonflik, Belahan Bumi Utara diperkirakan akan mengalami pendinginan rata-rata sekitar 1 derajat Celcius. Penurunan suhu yang lebih drastis dapat terjadi di beberapa wilayah, dengan perkiraan pendinginan hingga 5 derajat Celcius di Rusia dan 4 derajat Celcius di Amerika Serikat. Sinar matahari di permukaan akan menurun tajam, sementara curah hujan di wilayah pertanian utama di lintang tengah juga diprediksi akan berkurang secara substansial.

Seruan Perpanjangan Perjanjian Pengurangan Senjata

Menanggapi temuan mengenai dampak global dari konflik nuklir berskala regional, Jim Haywood, salah satu penulis bersama dari Universitas Exeter, menekankan pentingnya perpanjangan segera Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis Baru (New START), yang dijadwalkan berakhir pada 5 Februari 2026.

Studi Planet Lain Memberi Perspektif Iklim Bumi

Analisis dampak iklim dari perang di perbatasan Ukraina-Rusia dalam studi ini juga merujuk pada referensi situasi di planet lain. Nathan Mayne, penulis bersama lainnya dari Universitas Exeter, berpendapat bahwa studi mengenai iklim di planet Mars dapat memberikan kontribusi berharga dalam pemahaman iklim Bumi.

“Mulai dari badai debu di seluruh planet hingga angin berkecepatan kilometer per detik di atmosfer planet raksasa gas yang sangat panas, adaptasi kita menghasilkan peningkatan dalam cara kita menangkap fenomena iklim dan cuaca untuk Bumi itu sendiri, baik dalam situasi ‘normal’ maupun, dalam kasus ini, situasi ekstrem,” ujar Mayne.