Akses.co.id — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara mengenai pencopotan dua pejabat eselon I di Kementerian Keuangan, yakni Direktur Jenderal Anggaran Luky Alfirman dan Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Febrio Nathan Kacaribu. Purbaya menegaskan bahwa perombakan tersebut merupakan bagian dari rotasi rutin di lingkungan kementeriannya dan tidak dilatarbelakangi oleh masalah serius.
“Rotasi eselon I, itu hanya proses biasa. Biasa kita berapa tahun puter, berapa tahun puter, jadi enggak ada yang istimewa di situ,” ujar Purbaya saat ditemui dalam acara media briefing di Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK), Jakarta Selatan, Jumat (24/4/2026).
Menyusul dicopotnya kedua pejabat tersebut, Purbaya telah menunjuk pelaksana harian (Plh) untuk mengisi kekosongan jabatan. Sudarto, yang sebelumnya menjabat Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara, kini ditunjuk sebagai Plh Dirjen Anggaran. Sementara itu, Ferry Ardianto, yang kesehariannya menjabat Direktur Strategi Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi, kini menjadi Plh Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal.
“Itu orang-orang kuat di Departemen Keuangan,” imbuh Purbaya, merujuk pada pejabat yang ditunjuk sebagai pelaksana harian.
Selain dua posisi tersebut, jabatan eselon I di Kemenkeu yang juga mengalami kekosongan adalah Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (SPSK). Posisi ini sebelumnya ditinggalkan oleh Masyita Crystallin yang telah pindah tugas ke PT Danantara Investment Management (Persero) sejak 11 Februari 2026. Untuk mengisi jabatan strategis ini, Purbaya menunjuk Herman Saheruddin sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal SPSK.
Purbaya menambahkan bahwa Herman Saheruddin telah disiapkan sebagai kandidat pejabat definitif untuk mengisi kursi Dirjen SPSK. Penetapan resminya kini tinggal menunggu proses surat keputusan dari Presiden Prabowo Subianto.
“Calon pejabat barunya dia (Herman), tinggal nunggu surat prosesnya saja, proses suratnya,” jelas Purbaya.
Nama-nama kandidat terpilih untuk mengisi ketiga jabatan strategis tersebut nantinya akan diajukan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mendapatkan persetujuan. Purbaya menargetkan proses transisi kepemimpinan ini dapat diselesaikan pada bulan Mei mendatang.
“Nanti sekalian diajukan ke presiden, jadi sekaligus. Mungkin awal Mei atau pertengahan Mei,” terangnya.
Profil Singkat Pejabat yang Diganti
Sebelumnya, Febrio Nathan Kacaribu dikenal sebagai seorang ekonom yang lahir di Sidikalang, Sumatra Utara, pada tahun 1978. Ia menempuh pendidikan Master of International and Development Economics di Australian National University pada tahun 2005, dan melanjutkan studi doktoral di University of Kansas, Amerika Serikat, pada tahun 2014.
Karier Febrio berkembang di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Riset Ekonomi Makro dan Keuangan di Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat FEB UI sejak 2015. Sebelum dicopot, Febrio juga sempat diangkat sebagai Komisaris Non Independen PT Bank Negara Indonesia Tbk, berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa 2025 yang berlaku efektif sejak 17 April 2026.
Sementara itu, Luky Alfirman menamatkan pendidikan di Institut Teknologi Bandung dengan gelar Sarjana Teknik Industri pada tahun 1994. Ia memulai kariernya di Kementerian Keuangan pada 1 Maret 1995 di Direktorat Jenderal Pajak. Luky pernah mengemban amanah sebagai Staf Ahli Bidang Kebijakan Penerimaan Negara pada tahun 2017, dan pada tahun yang sama dipercaya menjadi Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko.
Pada tahun 2022, Luky dilantik sebagai Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan, sebelum akhirnya menjabat sebagai Direktur Jenderal Anggaran sejak 23 Mei 2025.
Ikuti Akses.co.id
