— Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan fokus utamanya adalah menjaga stabilitas perekonomian Indonesia, bukan sekadar mengerek Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Ia optimis jika fundamental ekonomi menguat, IHSG akan mengikuti secara otomatis, bahkan menargetkan indeks ini menembus 10.000 pada tahun 2026.

“Kalau ekonominya bagus, nanti (IHSG) naik cepat. Makanya fokus saya adalah jaga itu (ekonomi), bukan jaga IHSG. Karena IHSG akan menyesuaikan secara otomatis ke fundamental ekonominya,” ujar Purbaya seperti dikutip dari Antara, Sabtu (25/4/2026).

Pernyataan ini disampaikan di tengah pelemahan IHSG yang ditutup merosot 249,12 poin atau 3,38 persen ke level 7.129,49 pada Jumat sore (24/4/2026). Indeks LQ45 pun tak luput dari pelemahan, turun 25,12 poin atau 3,51 persen ke posisi 690,76. Sentimen negatif dari ketidakpastian perekonomian global disebut menjadi penyebab volatilitas ini.

Fokus pada Anggaran Negara dan Pendapatan

Dalam upaya menjaga perekonomian, Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah mulai melakukan pengelolaan anggaran dan pendapatan negara secara lebih cermat. Prioritas utama meliputi pengelolaan penerimaan pajak, sinkronisasi program pemerintah, serta kebijakan fiskal yang ketat.

“Kalau pajaknya main-main, hancur kita kira-kira gitu. Kalau programnya main-main, kita akan digiling bangsa lain. Jadi kita survival mode,” tegas Purbaya dalam kesempatan terpisah, Jumat (24/4/2026).

Kementerian Keuangan berkomitmen untuk memantau setiap program yang dinilai berjalan setengah jalan, potensi inefisiensi, hingga kebocoran penerimaan. Purbaya menyatakan akan mengambil tindakan tegas jika indikasi tersebut ditemukan.

“Artinya kita nggak boleh main-main lagi. Artinya kalau kita nggak ada ruang atau untuk bermain-main lagi segala kemewahan di mana ada peluang yang kita bisa buat,” jelasnya.

Dukungan Presiden untuk Pengawasan Pembangunan

Langkah-langkah pengawasan ketat yang diambil Kementerian Keuangan mendapat dukungan penuh dari Presiden Prabowo. Bahkan, sebuah satuan tugas (satgas) telah dibentuk untuk mengawasi percepatan pembangunan di berbagai sektor.

“Pak Presiden sudah mengeluarkan kepres yang percepatan pembangunan itu. Itu kan semua diawasi nanti di satu satgas,” ungkap Purbaya.