JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara mengejutkan mencopot dua pejabat eselon I di lingkungan kementeriannya, yakni Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Febrio Nathan Kacaribu dan Direktur Jenderal Anggaran Luky Alfirman. Posisi keduanya kini diisi oleh pelaksana harian (Plh).
Langkah penunjukan Plh ini diberlakukan sejak Selasa (21/4/2026) sore. Kementerian Keuangan menyatakan bahwa penunjukan ini bertujuan untuk memastikan kelancaran roda organisasi sembari menunggu pengisian jabatan definitif.
“Iya. Udah dikasih Plh (Pelaksana Harian) sekarang,” ujar Purbaya saat dikonfirmasi di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (22/4/2026). Namun, Purbaya enggan merinci alasan di balik pencopotan kedua direktur jenderal tersebut.
Saat ditanya lebih lanjut mengenai latar belakang keputusan ini, Purbaya memilih bungkam dan langsung bergegas menuju mobil dinasnya. Ketidakjelasan ini turut dirasakan oleh pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan.
Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan, Robert Leonard Marbun, juga belum memberikan penjelasan rinci. Ia hanya menyatakan bahwa keterangan resmi akan disampaikan pada kesempatan berikutnya. “Saya harus ke DPR nih, nanti dijelasin ya,” katanya saat ditemui di Kementerian Keuangan, Kamis (23/4/2026).
Hal senada disampaikan oleh Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan, Deni Surjantoro. Ia mengonfirmasi bahwa penjelasan resmi mengenai pencopotan ini akan disampaikan melalui siaran pers. “Nantinya pakai siaran pers,” kata Deni.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi yang memaparkan alasan pasti di balik pencopotan Febrio Nathan Kacaribu dan Luky Alfirman. Identitas pejabat definitif yang akan mengisi kedua posisi strategis tersebut juga belum diumumkan.
Profil Singkat Pejabat yang Dicopot
Febrio Nathan Kacaribu
Febrio Nathan Kacaribu dikenal sebagai seorang ekonom. Ia lahir di Sidikalang, Sumatra Utara, pada tahun 1978. Riwayat pendidikannya mencakup gelar Master of International and Development Economics dari Australian National University yang diraih pada tahun 2005, serta gelar doktor ekonomi dari University of Kansas, Amerika Serikat, pada tahun 2014.
Sebelum dicopot, Febrio memiliki rekam jejak karier yang berkembang di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia. Ia juga pernah mengemban amanat sebagai Kepala Riset Ekonomi Makro dan Keuangan di Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia sejak tahun 2015.
Menariknya, sebelum pencopotan ini, Febrio Nathan Kacaribu baru saja diangkat sebagai Komisaris Non Independen PT Bank Negara Indonesia Tbk. Keputusan ini ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tahun 2025. Surat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bernomor SR-291/PB.13/2026 tertanggal 17 April 2026, yang menyetujui pengangkatan tersebut, menyebutkan bahwa pengangkatan ini efektif berlaku sejak 17 April 2026.
Luky Alfirman
Luky Alfirman menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan berhasil meraih gelar Sarjana Teknik Industri pada tahun 1994. Ia memulai karier di Kementerian Keuangan pada tanggal 1 Maret 1995 di Direktorat Jenderal Pajak.
Selama bertugas di Kementerian Keuangan, Luky Alfirman pernah memegang beberapa posisi penting. Ia menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Kebijakan Penerimaan Negara pada tahun 2017. Masih di tahun yang sama, ia dipercaya untuk menduduki jabatan Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko.
Pada tahun 2022, Luky Alfirman dilantik sebagai Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan. Kemudian, ia menjabat sebagai Direktur Jenderal Anggaran sejak 23 Mei 2025.






