— Menjelang libur panjang Hari Buruh pada 1 Mei 2026, tren perjalanan domestik menunjukkan pergeseran minat wisatawan Indonesia. Platform perjalanan digital Agoda mencatat lonjakan pencarian akomodasi di kawasan dataran tinggi dan pusat kebudayaan, mengindikasikan preferensi terhadap destinasi yang menawarkan jeda dari hiruk-pikuk kota tanpa terjebak kemacetan. Dua kawasan yang menonjol dalam tren ini adalah Puncak di Jawa Barat dan Surakarta di Jawa Tengah.

Keduanya mencatatkan pertumbuhan minat yang melampaui kota-kota wisata utama lainnya. Hal ini menandakan adanya kebutuhan mendalam akan relaksasi dan pengalaman lokal yang otentik di kalangan wisatawan.

Puncak Tetap Primadona, Surakarta Mengejar

Kawasan Puncak, Jawa Barat, kembali membuktikan posisinya sebagai destinasi idaman warga metropolitan. Data Agoda menunjukkan kenaikan pencarian akomodasi di wilayah ini mencapai 192 persen dibandingkan tahun lalu, menjadikannya yang tertinggi.

Angka ini menegaskan Puncak sebagai ‘suaka’ bagi mereka yang merindukan udara pegunungan namun memiliki keterbatasan waktu. Kemudahan akses, beragam pilihan properti berkonsep vila dan resor yang akomodatif untuk keluarga, serta suasana pegunungan dan hamparan hijau perkebunan teh menjadi daya tarik utama. Keinginan untuk menghirup udara bersih sebelum kembali ke rutinitas kantor disebut sebagai penggerak utama lonjakan ini.

Sementara itu, Surakarta atau Solo menyajikan ketenangan jiwa melalui kekayaan budayanya. Minat wisatawan terhadap kota ini meroket hingga 117 persen. Surakarta kini tidak lagi hanya dipandang sebagai titik transit, melainkan destinasi akhir yang lengkap.

Kota ini memikat dengan perpaduan bangunan bersejarah, pasar tradisional yang hidup, serta kekayaan kuliner. Selain atmosfer kota yang santai, Surakarta juga menawarkan gerbang menuju alam yang menyegarkan di sisi timurnya. Kawasan pegunungan Tawangmangu dan hamparan kebun teh Kemuning di Ngargoyoso memberikan dimensi wisata alam yang sejuk, melengkapi identitas keraton yang melekat pada Solo.

“Destinasi seperti Puncak dan Surakarta semakin diminati karena mampu menjawab kebutuhan tersebut tanpa memerlukan waktu tempuh atau persiapan yang panjang,” ujar Gede Gunawan, Senior Country Director Agoda untuk Indonesia.

Gede Gunawan menjelaskan bahwa fenomena ini selaras dengan profil wisatawan modern yang semakin matang dalam merencanakan perjalanan. Ia melihat tren perjalanan saat libur panjang kini semakin direncanakan dengan cermat. Wisatawan Indonesia memprioritaskan destinasi yang mudah dijangkau namun tetap menawarkan pengalaman berbeda, baik melalui alam, budaya, maupun kuliner lokal.

Relaksasi Jadi Motivasi Utama

Tren peningkatan minat terhadap Puncak dan Surakarta mencerminkan temuan dalam Agoda’s 2026 Travel Outlook Report. Laporan tersebut menempatkan relaksasi sebagai motivasi utama berwisata. Perjalanan singkat di akhir pekan kini menjadi bagian dari gaya hidup untuk memulihkan energi.

Fenomena serupa juga terjadi di kota-kota lain. Yogyakarta mencatat kenaikan pencarian akomodasi sebesar 61 persen, diikuti oleh Bandung dengan 61 persen, dan Semarang dengan 60 persen. Yogyakarta tetap menarik dengan keunikan lanskapnya yang membentang dari pantai di selatan hingga pegunungan di utara.

Sementara itu, Semarang mulai dilirik sebagai alternatif liburan kota berkat revitalisasi kawasan Kota Lama yang bersanding apik dengan arsitektur kolonial.