— LHOKSEUMAWE, KOMPAS.com – Puluhan calon jemaah haji (CJH) di Lhokseumawe, Aceh, nyaris menjadi korban penipuan berkedok percepatan keberangkatan haji. Para calon jemaah ini menerima telepon dari oknum yang mengaku sebagai petugas Kementerian Agama dan meminta data ulang dengan dalih konfirmasi keberangkatan.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Lhokseumawe, Jamaluddin, menjelaskan modus yang digunakan pelaku adalah meminta konfirmasi ulang data calon jemaah. “Dugaan kami, memang ada niatan meminta uang. Namun, pembicaraan antara pelaku dan calon jemaah belum sampai pada tahap transaksi uang,” ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (24/4/2026).

Para pelaku juga memberikan tautan (link) tertentu yang harus diisi oleh calon jemaah dengan data pribadi mereka. Untuk meyakinkan korban, pelaku membacakan data calon jemaah yang sudah ada, seperti nama dan nomor kursi haji. Hal ini membuat calon jemaah merasa percaya dan bersedia mengikuti arahan pelaku.

“Sebagian calon jemaah sudah diajak bicara mengenai cara memangkas masa tunggu haji. Di Lhokseumawe, masa tunggu haji saat ini berkisar 27 hingga 30 tahun, sudah lebih baik dari sebelumnya yang mencapai 34 tahun,” ungkap Jamaluddin.

Beruntung Calon Jemaah Waspada

Beruntung, para calon jemaah tidak mudah percaya begitu saja. Mereka memilih untuk mendatangi Kantor Kementerian Agama Lhokseumawe untuk memastikan kebenaran informasi yang diterima.

“Kami juga heran bagaimana pelaku bisa mengetahui identitas jemaah. Kami sedang melakukan penyelidikan internal terkait hal ini,” kata Jamaluddin. Ia menambahkan, pihaknya sudah berulang kali mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya jika ada telepon yang mengaku sebagai petugas haji. “Jika ragu, silakan datangi kantor kami untuk memastikan,” tegasnya.

Menyikapi kejadian tersebut, Kementerian Agama Lhokseumawe mengumumkan secara terbuka bahwa aksi tersebut merupakan upaya penipuan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. “Kami mengimbau seluruh calon jemaah haji untuk selalu waspada. Silakan datang langsung ke kantor kami dan percayalah pada sumber informasi resmi,” imbau Jamaluddin.