Akses.co.id — JAKARTA, KOMPAS.com – Progres pembangunan Bendungan Mbay di Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), telah mencapai 92,12 persen per 31 Maret 2026. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus berupaya mempercepat penyelesaian proyek infrastruktur sumber daya air ini, yang diharapkan akan memperkuat ketahanan air dan mendukung produktivitas pertanian di wilayah tersebut.
Menteri PU Dody Hanggodo menekankan krusialnya peran infrastruktur sumber daya air dalam upaya mencapai ketahanan pangan nasional. “Kita sepakat bahwa infrastruktur sumber daya air sangat penting untuk mencapai swasembada pangan. Salah satu contohnya adalah pembangunan bendungan yang kemudian disalurkan melalui sistem irigasi primer, sekunder, hingga tersier langsung ke lahan pertanian,” ujar Dody, dikutip Kamis (23/04/2026).
Aliri 5.899 Hektar Lahan Pertanian
Bendungan Mbay dirancang dengan kapasitas tampung sebesar 51,74 juta meter kubik. Infrastruktur ini diproyeksikan akan meningkatkan layanan irigasi untuk 5.899 hektare lahan pertanian. Selain itu, bendungan ini juga akan berfungsi sebagai penyedia air baku sebesar 0,21 meter kubik per detik, serta memiliki potensi untuk mereduksi banjir hingga 283,33 meter kubik per detik.
Pemerintah menilai pembangunan bendungan merupakan salah satu langkah strategis dalam mendukung produktivitas pertanian dan ketahanan pangan, terutama di daerah dengan ketersediaan air yang terbatas.
Kejar Pembebasan Lahan dan Kualitas
Pembangunan Bendungan Mbay dilaksanakan melalui dua paket konstruksi dan satu paket supervisi yang berjalan secara paralel. Lingkup pekerjaan meliputi pembangunan bendungan utama, jalan akses, relokasi jalan nasional, serta fasilitas operasi dan pemeliharaan.
Selain fokus pada konstruksi fisik, Kementerian PU juga mendorong penyelesaian pengadaan lahan secara bertahap melalui koordinasi intensif dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat. “Kita tidak hanya mengejar target, tapi juga menjaga kualitas dan kebermanfaatannya. Semua pekerjaan harus sesuai standar, sehingga bendungan ini benar-benar bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat,” tegas Dody.
Dengan kemajuan pembangunan yang sudah mendekati tahap akhir, Kementerian PU optimistis Bendungan Mbay akan segera memberikan manfaat signifikan, khususnya dalam meningkatkan ketahanan air, mendongkrak produksi pertanian, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah NTT.
Ikuti Akses.co.id
