— Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca buruk di wilayah Kalimantan Tengah pada Kamis, 8 Mei 2026. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang diprediksi terjadi mulai pukul 13:54 WIB hingga 16:00 WIB.

Menurut data BMKG, kondisi ini diprediksi terjadi di sejumlah kabupaten/kota di Kalimantan Tengah, antara lain:

  • Kabupaten Kotawaringin Barat: Kumai, Arut Selatan, Pangkalan Lada, Pangkalan Banteng
  • Kabupaten Kotawaringin Timur: Baamang, Mentawa Baru Ketapang, Mentaya Hilir Utara, Mentaya Hilir Selatan, Teluk Sampit, Seranau
  • Kabupaten Kapuas: Kapuas Tengah, Kapuas Hulu, Pasak Talawang, Mandau Talawang
  • Kabupaten Barito Utara: Gunung Purei, Lahei
  • Kabupaten Katingan: Petak Malai
  • Kabupaten Seruyan: Seruyan Hilir, Danau Sembuluh, Seruyan Hilir Timur
  • Kabupaten Sukamara: Jelai, Pantai Lunci, Permata Kecubung
  • Kabupaten Lamandau: Menthobi Raya
  • Kabupaten Gunung Mas: Damang Batu, Miri Manasa
  • Kabupaten Murung Raya: Seribu Riam
  • Kabupaten Barito Timur: Paku
  • Kota Palangkaraya: Pahandut, Sabangau

Selain itu, kondisi serupa juga dapat meluas ke wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kabupaten Kapuas, Kabupaten Barito Selatan, Kabupaten Barito Utara, Kabupaten Katingan, Kabupaten Seruyan, Kabupaten Sukamara, Kabupaten Lamandau, Kabupaten Gunung Mas, Kabupaten Pulang Pisau, Kabupaten Murung Raya, Kabupaten Barito Timur, dan Kota Palangkaraya.

Potensi cuaca buruk ini dapat menyebabkan dampak seperti berkurangnya jarak pandang, terjadinya banjir lokal, pohon tumbang, serta gangguan pada transportasi darat dan udara. Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi dampak yang ditimbulkan. Warga diminta untuk memastikan kondisi lingkungan sekitar aman dan tidak berada di area yang berisiko tinggi.

Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat/petir dan angin kencang ini diperkirakan dapat menyebabkan kerusakan ringan hingga sedang pada bangunan dan infrastruktur.