Akses.co.id — JAKARTA, KOMPAS.com – Gugurnya Prajurit Kepala (Praka) Rico Pramudia saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon Selatan menyita perhatian serius dari legislator. Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menekankan pentingnya peningkatan perlindungan bagi prajurit TNI yang bertugas di luar negeri, terutama di wilayah konflik.
Praka Rico Pramudia merupakan bagian dari Satuan Tugas Batalyon Mekanis XXIII-S Kontingen Garuda yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Ia dilaporkan gugur pada Jumat (24/4/2026) setelah menjalani perawatan intensif akibat luka berat yang dialaminya.
“Di tengah eskalasi konflik yang semakin kompleks, keselamatan prajurit tetap menjadi prioritas utama,” ujar Dave dalam keterangan tertulisnya pada Minggu (26/4/2026).
Dave menambahkan, Komisi I DPR RI mendorong pemerintah, Kementerian Pertahanan, dan TNI untuk segera memperkuat sistem pengamanan bagi personel yang ditempatkan di wilayah rawan konflik. Ia juga menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan yang ada agar selalu berorientasi pada perlindungan personel sekaligus menjaga kepentingan nasional.
Peristiwa ini juga menjadi pengingat akan risiko besar yang dihadapi prajurit dalam misi menjaga perdamaian dunia. Dave Laksono menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya Praka Rico.
“Bangsa Indonesia menghadapi kehilangan atas gugurnya prajurit TNI yang tengah menjalankan misi perdamaian di Lebanon. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa tugas menjaga perdamaian dunia menuntut keberanian, keteguhan, dan pengorbanan yang luar biasa,” ucapnya.
Menurut Dave, pengorbanan prajurit TNI merupakan bukti komitmen Indonesia dalam menjaga stabilitas global. Kehadiran mereka menegaskan peran aktif Indonesia di panggung internasional melalui diplomasi pertahanan.
“Prajurit kita telah menunjukkan bahwa Indonesia berdiri tegak dalam mengemban amanah internasional, dengan semangat yang tidak pernah surut demi menjaga stabilitas dan perdamaian global,” tegasnya.
Mengenai wacana pemulangan pasukan, Komisi I DPR RI menegaskan bahwa Indonesia akan tetap berpegang pada komitmen internasionalnya. Keputusan terkait kehadiran prajurit di UNIFIL akan diambil dengan penuh kehati-hatian, mengutamakan keselamatan prajurit dan kepentingan bangsa.
“Kehadiran prajurit Indonesia di UNIFIL merupakan bagian dari diplomasi pertahanan yang menegaskan peran aktif Indonesia di panggung global,” kata Dave.
“Setiap keputusan akan ditempuh dengan penuh kehati-hatian, berlandaskan pada keselamatan prajurit dan kepentingan bangsa,” imbuhnya.
Praka Rico Pramudia meninggal dunia pada pukul 10.32 waktu setempat atau 14.32 WIB di Rumah Sakit St. George, Beirut. Ia mengalami luka berat setelah pos penugasan kontingen Indonesia di Kota Adshit al-Qusyar, Lebanon Selatan, terkena serangan artileri.
Dengan gugurnya Praka Rico, total prajurit TNI yang meninggal dalam dua insiden terpisah di wilayah misi UNIFIL di Lebanon Selatan menjadi empat orang. Sebelumnya, Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadhon juga gugur dalam tugas yang sama.
Ikuti Akses.co.id
