— Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah menyiapkan 6.000 unit bus untuk memastikan kelancaran mobilitas seluruh jemaah haji Indonesia selama musim haji 1447 H/2026 M. Armada ini akan melayani berbagai rute penting di Madinah dan Makkah, mulai dari kedatangan hingga kepulangan jemaah.

Pemerintah menekankan bahwa seluruh bus yang digunakan telah memenuhi standar keamanan dan kenyamanan tertinggi bagi para jemaah. Persiapan matang ini diharapkan dapat mendukung jemaah dalam menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan lancar.

Fasilitas Modern untuk Kenyamanan Jemaah

Armada bus yang disiapkan untuk jemaah haji Indonesia didominasi oleh kendaraan baru dan dalam kondisi bersih. Fasilitas pendukung kenyamanan selama perjalanan telah menjadi prioritas utama. Setiap bus dilengkapi dengan toilet, colokan USB dan tipe C di setiap kursi, serta ruang duduk yang lebih lega.

Standar ketat diterapkan dalam pemilihan kendaraan, di mana seluruh bus wajib berusia di bawah lima tahun. Sebagian unit bahkan merupakan bus baru yang memastikan kelayakan operasional dan kenyamanan maksimal.

Achmad Muslichuddin Tamdjiz, Kepala Seksi Transportasi Daerah Kerja Madinah, menegaskan kesiapan layanan ini. “Ini kami siapkan matang. Kami juga menyediakan air minum selama perjalanan serta pelayanan penjemputan dan ziarah,” katanya di Madinah, Minggu (26/4/2026), seperti dilansir Antara.

Kapasitas Terbatas untuk Ruang Gerak Lebih Luas

Demi meningkatkan kenyamanan jemaah, PPIH membatasi jumlah penumpang dalam setiap bus. Meskipun bus tipe coach mampu menampung hingga 50 orang, setiap armada hanya akan diisi maksimal 42 jemaah. Kebijakan ini bertujuan untuk memberikan ruang gerak yang lebih luas bagi jemaah selama perjalanan di Tanah Suci.

Enam Rute Utama Dilayani

Armada bus akan melayani enam rute utama yang krusial bagi pergerakan jemaah haji Indonesia. Rute-rute tersebut mencakup transportasi dari bandara ke hotel, perjalanan antar kota suci Madinah dan Makkah, serta layanan kepulangan ke Tanah Air. PPIH bekerja sama dengan 15 perusahaan transportasi untuk menyediakan layanan ini.

Mayoritas armada yang digunakan adalah bus besar tipe coach dengan kapasitas tempat duduk antara 45 hingga 51 kursi. Hal ini memastikan ketersediaan armada yang memadai untuk kebutuhan seluruh jemaah.

Kerja Sama dengan Perusahaan Transportasi Lokal

Salah satu mitra penyedia layanan adalah Rawahel Al Mashaer Co, yang telah menyiapkan 100 unit bus di Pool Hijrah Madinah. Keunikan layanan ini adalah sekitar 40 persen pengemudi berasal dari Indonesia, yang diharapkan dapat mempermudah komunikasi dengan jemaah.

Direktur Operasional Cabang Madinah Rawahel Al Mashaer Co, Hilal Husein Attijani, menyatakan kesiapannya untuk memberikan pelayanan terbaik. “Kami siap melayani dengan baik. Jamaah Indonesia dikenal tertib dan rapi, sehingga proses pemberangkatan selalu lancar,” ujarnya.

Antisipasi Kendala dan Sistem Layanan

Pergerakan jemaah di Madinah diprediksi akan relatif cepat, mengingat jarak bandara ke hotel yang hanya memakan waktu sekitar satu jam. Tim transportasi telah menyiapkan dokumen kedatangan yang lengkap serta melakukan koordinasi intensif dengan pihak bandara untuk memperlancar proses.

PPIH juga telah mengantisipasi kemungkinan jemaah tertinggal rombongan selama perjalanan. Kendaraan operasional seperti minibus coaster telah disiapkan untuk mengejar rombongan jika diperlukan, memastikan tidak ada jemaah yang terlewatkan.