Akses.co.id — Sejumlah artikel di kanal Global Kompas.com pada Sabtu (25/4/2026) menuai perhatian pembaca, dengan topik perang Iran yang kini bertransformasi menjadi adu kesabaran memuncaki daftar bacaan terpopuler. Selain itu, misteri kematian sepuluh ilmuwan top Amerika Serikat, upaya AS keluar dari konflik, serta dinamika politik regional juga menarik minat publik.
Artikel-artikel tersebut merangkum peristiwa penting yang terjadi dari Sabtu hingga Minggu (26/4/2026) pagi, mencakup perkembangan geopolitik hingga investigasi yang belum terpecahkan.
Perang di Teluk Persia dilaporkan memasuki fase baru yang menuntut kesabaran tinggi. Meskipun jalur diplomatik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran secara resmi masih terbuka, perundingan kedua negara dilaporkan mandek. Belum ada jadwal pasti untuk pertemuan negosiasi berikutnya, bahkan beberapa agenda yang sempat direncanakan tertunda tanpa kejelasan kelanjutan.
Misteri Kematian Ilmuwan AS
Di sisi lain, rentetan kejadian yang melibatkan hilangnya atau meninggalnya setidaknya sepuluh individu yang terafiliasi dengan riset sensitif di AS telah memicu spekulasi luas di kalangan penyelidik amatir dunia maya maupun otoritas federal. Namun, bagi keluarga yang ditinggalkan, berbagai teori konspirasi tersebut dinilai “menjijikkan”. Louise Grillmair, istri mendiang Carl Grillmair, salah satu ilmuwan yang meninggal, menyatakan bahwa suaminya akan tertawa mendengar spekulasi liar mengenai kematiannya.
AS Disebut Berupaya Keluar Perang
Kementerian Pertahanan Iran pada Sabtu (25/4/2026) mengklaim bahwa Amerika Serikat (AS) tengah berupaya keras mencari jalan keluar dari konflik yang sedang berlangsung demi menyelamatkan muka. Klaim ini disampaikan bersamaan dengan kunjungan delegasi AS ke Islamabad, Pakistan, untuk melanjutkan negosiasi dengan Iran yang sempat terhenti. Juru bicara Kementerian Pertahanan Iran, seperti dikutip kantor berita ISNA, menyatakan, “Kekuatan militer kita saat ini dominan, dan musuh sedang mencari cara menyelamatkan muka agar bisa keluar dari rawa perang yang menjebaknya.”
Dinamika Politik Regional dan Global
Dalam konteks diplomasi global, pernyataan Presiden Tiongkok Xi Jinping mengenai “hukum rimba” menuai apresiasi. Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan dengan Putra Mahkota Abu Dhabi di Beijing pada April 2026, di tengah memanasnya perang antara koalisi AS-Israel melawan Iran. Xi menekankan pentingnya menjaga otoritas hukum internasional dan mengingatkan agar dunia tidak kembali pada “hukum rimba”, sebagaimana dilaporkan Kompas pada April 2026.
Sementara itu, di Gaza, warga Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza telah memberikan suara mereka dalam pemilihan umum kota pada Sabtu (25/4/2026). Ini menandai pemilu pertama sejak pecahnya konflik di Gaza. Tingkat partisipasi awal dilaporkan masih rendah, dan tidak ada calon dari Hamas yang turut serta. Komisi Pemilihan Umum Pusat yang berkedudukan di Ramallah mencatat sekitar 1,5 juta pemilih terdaftar di Tepi Barat yang diduduki Israel, serta kurang lebih 70.000 pemilih di wilayah Deir El Balah, Gaza.
Ikuti Akses.co.id
