— Beijing mendesak warga negara China yang berada di Iran untuk segera meninggalkan negara tersebut atau mencari lokasi yang lebih aman, menyusul eskalasi risiko keamanan akibat konflik yang dipicu oleh serangan Amerika Serikat dan Israel. Pengumuman mendadak ini dikeluarkan pada Kamis (24/4/2026), meskipun kedutaan dan konsulat China di Iran mengonfirmasi bahwa sebagian wilayah udara Iran telah kembali dibuka untuk penerbangan.

Sementara itu, dinamika di Selat Hormuz diwarnai oleh insiden kejar-kejaran antara kapal tanker Iran dan armada Amerika Serikat. Kapal tanker berbendera Iran, Dorena, dilaporkan sempat lolos dari blokade Angkatan Laut AS sebelum akhirnya dikejar dan dihentikan. Upaya kapal tersebut untuk menghindari pemantauan dengan mematikan sinyal pelacakannya dan bergerak menuju Samudra Hindia tidak berhasil, karena militer AS mengerahkan kapal perusak untuk mengawalnya.

Berita mengenai permintaan China kepada warganya untuk keluar dari Iran menjadi salah satu topik global terpopuler yang dibaca pembaca Kompas.com pada Jumat (24/4/2026). Selain itu, sejumlah isu internasional lainnya turut menarik perhatian, termasuk kunjungan Menteri Luar Negeri Iran ke Pakistan, pernyataan kontroversial Presiden AS Donald Trump mengenai India, serta kekhawatiran AS terkait penggunaan satelit China untuk melacak aset militernya di Timur Tengah.

Kunjungan Menlu Iran ke Pakistan Tanpa Agenda Negosiasi dengan AS

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dijadwalkan mengunjungi Islamabad, Pakistan, pada Jumat (24/4/2026). Kantor berita pemerintah Iran, IRNA, mengonfirmasi kunjungan tersebut namun tidak menyebutkan adanya agenda negosiasi dengan pihak Amerika Serikat. Konfirmasi ini muncul setelah sumber-sumber di Pakistan mengindikasikan bahwa Araghchi akan tiba di Islamabad pada Jumat malam untuk putaran kedua pembicaraan perdamaian AS-Iran.

Trump Ejek India, New Delhi Melayangkan Kritik

Pemerintah India melayangkan kritik keras terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyusul unggahan kontroversialnya yang menyebut negara di Asia Selatan itu sebagai “lubang neraka”. Pernyataan Trump tersebut muncul menjelang kunjungan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio ke India bulan depan, yang sedianya bertujuan untuk meredakan ketegangan diplomatik antara kedua negara yang selama ini dikenal sebagai mitra strategis.

AS Khawatir Citra Satelit China Dimanfaatkan Iran

Penggunaan citra satelit komersial China di kawasan Timur Tengah memicu kekhawatiran di Amerika Serikat di tengah konflik yang melibatkan Iran. Sejak serangan AS dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari, data dan analisis satelit dari China semakin banyak beredar. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa informasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk melacak pergerakan militer AS di lapangan.