— Amerika Serikat mengklaim telah mengetahui pihak mana dari Iran yang akan menyetujui kesepakatan untuk mengakhiri perang. Pernyataan ini menjadi berita paling populer di kanal Global Kompas.com, menyalip isu mundurnya dua menteri Peru pasca-penundaan pembelian jet tempur AS, serta pengusiran pejabat Brasil oleh Amerika Serikat.

AS Klaim Tahu Pihak Iran yang Siap Akhiri Perang

Pemerintah Amerika Serikat menyatakan keyakinannya telah mengidentifikasi pihak di dalam Iran yang bersedia menyepakati akhir dari sebuah perang. Sekretaris pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, seperti dilansir CNN pada Kamis (23/4/2026), menyebutkan bahwa pemerintah AS mendeteksi adanya perpecahan internal dalam rezim Iran, namun tetap yakin mengetahui siapa yang akan menyetujui kesepakatan tersebut.

Meskipun demikian, Leavitt enggan menyebutkan identitas individu tersebut. Ia menyerahkan sepenuhnya kewenangan untuk memberikan rincian lebih lanjut kepada komunitas intelijen dan Presiden AS Donald Trump.

Dua Menteri Peru Mundur Akibat Penundaan Pembelian Jet Tempur AS

Krisis politik melanda Peru menyusul pengunduran diri Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan negara tersebut pada Rabu (22/4/2026). Langkah ini merupakan bentuk protes atas keputusan pemerintah Peru yang menunda kesepakatan pembelian 24 unit jet tempur F-16 buatan Amerika Serikat senilai 3,5 miliar dollar AS.

Para menteri yang mengundurkan diri berpendapat bahwa penundaan ini, setelah kesepakatan tersebut seharusnya telah ditandatangani, dapat membahayakan reputasi Peru sebagai mitra dagang.

Perselisihan Diplomatik: AS Usir Pejabat Brasil

Brasil mencabut kredensial seorang atase kepolisian Amerika Serikat pada Rabu (22/4/2020). Keputusan ini diambil sebagai respons atas pemaksaan seorang pejabat Brasil untuk meninggalkan wilayah Amerika Serikat, menambah panasnya hubungan bilateral kedua negara.

Pemerintahan Trump pada Senin (20/4/2026) sebelumnya telah meminta Marcelo Ivo, petugas penghubung Kepolisian Federal Brasil di Miami, untuk meninggalkan Amerika Serikat. Menurut laporan media AS dan Brasil yang dikutip AFP pada Kamis (23/4/2026), Ivo diduga terlibat dalam penangkapan mantan kepala intelijen Brasil yang buron, Alexandre Ramagem, yang merupakan sekutu dekat mantan presiden sayap kanan, Jair Bolsonaro.

Sinyal Beijing dalam Polemik Overflight Indonesia

Respons Tiongkok terhadap wacana pemberian akses lintasan udara bagi militer Amerika Serikat di Indonesia tidak terdengar keras. Beijing cenderung merujuk pada prinsip ASEAN dan penghormatan terhadap kedaulatan dengan nada yang datar.

Pilihan bahasa yang digunakan Beijing ini bukan sekadar bentuk kehati-hatian, melainkan cara untuk menyampaikan pesan tanpa membuka ruang negosiasi lebih lanjut. Tiongkok, dalam hal ini, tidak sedang berdebat, melainkan menetapkan batasan. Permasalahan utamanya terletak pada bagaimana Indonesia membaca sinyal tersebut.

Wanita China Raup Rp 2,5 Miliar per Tahun dari 60.000 Ular Berbisa

Seorang wanita muda di Tiongkok memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya dan menekuni bisnis peternakan 60.000 ular berbisa. Keputusan ini berbuah manis, dengan pendapatan tahunan yang berhasil diraupnya mencapai lebih dari satu juta yuan, atau sekitar Rp 2,5 miliar.

Wanita bermarga Qin, yang lahir pada tahun 1995, berasal dari Guilin, Provinsi Guangxi, di wilayah selatan Tiongkok.