Akses.co.id — SURABAYA, CNN INDONESIA – Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya tengah mendalami kasus dugaan penipuan berkedok lowongan kerja yang melibatkan mantan Camat Pakal, Deddy Sjahrial Kusuma. Penyelidikan ini dilakukan menyusul laporan yang diterima dari salah satu korban.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polrestabes Surabaya, AKBP Edy Herwiyanto, menyatakan bahwa pihaknya sedang berupaya mengidentifikasi seluruh korban penipuan tersebut. “Ya, saat ini penyidik sedang mendalami siapa saja yang menjadi korban karena sementara ini laporannya cuma satu,” kata AKBP Edy Herwiyanto, Jumat (24/4/2026).
Untuk memperkuat bukti, kepolisian juga aktif mencari korban-korban lain yang mungkin terdampak. “Kemarin penyidik sudah kita perintahkan untuk mencari lagi korban-korban yang lain untuk memperkuat bukti,” ujarnya.
Pemeriksaan Saksi dan Upaya Kekeluargaan
Deddy Sjahrial Kusuma sendiri telah dipanggil untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait kasus ini. “Beberapa yang diduga bahwa sebagai pelaku, saat ini sudah dimintai keterangan sebagai saksi dan penyidik saat ini masih mengumpulkan bukti-bukti untuk proses lebih lanjut,” jelas Edy.
Sebelumnya, Deddy telah menyatakan komitmennya untuk mengembalikan uang para korban dan menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan. Pernyataan ini disampaikan Deddy dalam percakapan telepon dengan Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, hingga kini tercatat ada 13 korban dengan total kerugian mencapai Rp 200 juta. “Iya pak, saya ini juga lagi berusaha nyari (uang) untuk ganti kerugian korban,” ujar Deddy kepada Armuji melalui sambungan telepon pada Jumat.
Dalam percakapan tersebut, Deddy juga mengungkapkan keinginannya untuk menyelesaikan persoalan ini secara damai. “Saya kapan hari sudah bilang juga ke Bu Cholifah (salah satu korban) untuk kita selesaikan secara kekeluargaan,” tuturnya.
Imbauan dan Saran dari Wakil Wali Kota
Menanggapi situasi tersebut, Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, mengimbau Deddy untuk segera mengembalikan dana para korban. “Saya mengimbau sekali lagi mantan Camat Pakal, ada lagi keluhan warga enggak hanya Surabaya, ada dari Mojokerto, Lamongan, segeralah kembalikan uangnya,” tegas Armuji, yang akrab disapa Cak Ji.
Armuji bahkan menyarankan agar Deddy menjual aset-aset pribadinya, seperti rumah dan mobil, untuk menutupi kerugian para korban. “Ya omahmu lo dolen, omahmu dolen seng nak Tenggilis,” ucap Armuji, menyarankan agar rumah Deddy di Tenggilis dijual.
Lebih lanjut, Armuji juga memberikan saran kepada para korban untuk segera melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian. “Kalau misal jenengan semua (Anda semua) mau, laporkan saja ke Polrestabes nanti kita damping. Soale kalau gini terus enggak mungkin (uangnya balik), enggak mungkin,” pungkasnya, menyarankan agar laporan resmi dibuat demi kepastian pengembalian dana.
Ikuti Akses.co.id
