Akses.co.id — Piala Dunia FIFA 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat diprediksi akan mendongkrak bisnis properti sewa jangka pendek hingga 58 persen di beberapa kota tuan rumah. Lonjakan pemesanan ini terjadi menjelang turnamen yang berlangsung dari Juni hingga Juli 2026.
Data dari perusahaan analisis AirDNA menunjukkan bahwa pemesanan properti di AS mengalami peningkatan signifikan, terutama di kota-kota yang menjadi lokasi pertandingan. Secara nasional, pemesanan pada Juni 2026 naik 15,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sementara pada Juli 2026 meningkat 17,1 persen berdasarkan laporan Maret 2026.
Bram Gallagher, direktur ekonomi dan proyeksi AirDNA, menilai Piala Dunia AS berpotensi menjadi momen sewa jangka pendek terbesar yang pernah terjadi. “Piala Dunia AS mungkin merupakan momen sewa jangka pendek terbesar yang pernah terjadi,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa ajang olahraga akbar ini menjadi pendorong utama lonjakan pemesanan.
Lonjakan Pemesanan Properti Sewa di Kota Tuan Rumah
FIFA memproyeksikan lebih dari lima juta penggemar akan menghadiri salah satu dari 104 pertandingan yang akan digelar. Angka ini mencakup penggemar domestik, internasional, hingga mereka yang hanya ingin menyaksikan olahraga kelas dunia.
“Ada penggemar domestik, penggemar internasional, dan mereka yang hanya akan menonton final karena ingin menyaksikan olahraga kelas dunia,” jelas Gallagher.
Turnamen tahun ini memiliki keunikan karena menjadi yang pertama digelar bersama oleh tiga negara: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Selain itu, Piala Dunia 2026 juga menjadi yang pertama melibatkan 48 tim dalam 104 pertandingan.
Menurut data AirDNA, permintaan rata-rata properti sewa jangka pendek meningkat hingga 66 persen di seluruh kota tuan rumah selama periode pertandingan berlangsung.
Miami dan Dallas Catat Kenaikan Tertinggi
Sebanyak 11 kota di Amerika Serikat akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026, meliputi Atlanta, Boston, Dallas, Houston, Kansas City, Los Angeles, Miami, New York/New Jersey, Philadelphia, San Francisco Bay Area, dan Seattle. Dari jumlah tersebut, sepuluh kota mencatat tingkat hunian tertinggi selama Juni dan Juli 2026:
- Miami (58,4 persen)
- Fort Worth, Texas (58,2 persen)
- Kansas City (48,5 persen)
- Houston (45,2 persen)
- Dallas (44,3 persen)
- Jersey City/Newark (39,7 persen)
- Fort Lauderdale (33,4 persen)
- Philadelphia (32,9 persen)
- Atlanta (31,5 persen)
- Los Angeles (31,4 persen)
Lonjakan pemesanan bahkan bisa lebih dramatis pada hari pertandingan tertentu. Contohnya, saat laga Brasil melawan Skotlandia pada pertengahan Juni 2026, pemesanan di Miami melonjak hingga 244 persen. Kansas City juga melaporkan peningkatan terbesar dalam daftar penyewaan khusus Piala Dunia, dengan 11 persen daftar baru terkait langsung dengan turnamen tersebut.
New York Alami Peningkatan Moderat Akibat Aturan Ketat
Berbeda dengan kota tuan rumah lainnya, New York tidak mengalami peningkatan signifikan dalam pemesanan sewa jangka pendek. Hal ini disebabkan oleh aturan ketat terkait penyewaan properti di bawah 30 hari.
Akibatnya, permintaan sewa beralih ke kota-kota terdekat, seperti Jersey City dan Newark. Kedua kota tersebut mencatat peningkatan pemesanan hingga 125 persen pada hari pertandingan, dibandingkan hanya 31 persen di New York.
Final Piala Dunia dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 19 Juni 2026, di Stadion MetLife, Rutherford, New Jersey. Pada tanggal tersebut, Jersey City dan Newark mencatat kenaikan pemesanan sebesar 108 persen, sementara kawasan Paterson menjadi lokasi paling diminati dengan lonjakan hingga 175 persen.
Meskipun Piala Dunia menjadi faktor utama lonjakan pemesanan properti, musim liburan musim panas juga turut berkontribusi. Secara nasional, pemesanan pada April 2026 naik 2,8 persen dan Mei 2026 naik 2,9 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan kenaikan dua persen pada Maret. Hal ini menunjukkan bahwa faktor cuaca dan musim perjalanan juga turut mendorong pertumbuhan permintaan sewa jangka pendek di AS.
Ikuti Akses.co.id
