Nasional

Petugas Haji Diminta Tak Merokok dan Berguyon Vulgar di Depan Jemaah

Advertisement

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Mochamad Irfan Yusuf, mengeluarkan peringatan tegas kepada seluruh petugas haji untuk tidak merokok di hadapan jemaah selama pelaksanaan ibadah haji 2026. Larangan ini merupakan bagian dari upaya menjaga kenyamanan dan kesucian ibadah para tamu Allah.

“Sesuaikan dengan situasi di sana, aturan di sana, dan terutama sesuaikan dengan jemaah. Jangan merokok di depan jemaah. Cari tempat yang diperbolehkan dan jauh dari jemaah,” ujar Irfan saat ditemui di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, pada Kamis (23/4/2026). Pernyataan ini menegaskan pentingnya kepekaan petugas terhadap lingkungan dan kondisi jemaah.

Selain larangan merokok, Irfan juga mengimbau para petugas untuk menahan diri dari ucapan atau candaan yang bersifat vulgar saat berada di sekitar jemaah haji. Hal ini bertujuan untuk menjaga kesopanan dan ketenangan selama pelaksanaan ibadah.

“Kebiasaan guyon mungkin sesama petugas sering guyon bercanda dengan sangat vulgar, batasi, hindari selama di depan jemaah,” tegasnya. Imbauan ini menekankan pentingnya menjaga etika berkomunikasi demi kenyamanan spiritual jemaah.

Integritas Petugas Menjadi Kunci

Lebih lanjut, Menhaj Irfan Yusuf menekankan bahwa integritas menjadi aspek krusial bagi setiap petugas haji. Ia mengingatkan agar tidak ada penyalahgunaan kewenangan yang telah dipercayakan kepada mereka untuk kepentingan pribadi.

“Jaga integritas dalam setiap pelaksanaan tugas. Jangan menyalahgunakan kewenangan, jangan mencari keuntungan pribadi, jangan mengambil jalan pintas yang menyalahi aturan,” jelasnya. Pernyataan ini merujuk pada prinsip dasar pelayanan publik yang mengutamakan kejujuran dan profesionalisme.

Advertisement

Meskipun aturan-aturan tersebut mungkin tidak tertulis secara eksplisit dalam sebuah dokumen, Irfan meminta Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) untuk senantiasa menjaga ucapan dan tindakan mereka.

“Banyak aturan yang memang tidak tertulis tapi secara umum pasti kalian semua sudah paham apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan,” katanya. Hal ini menyiratkan adanya norma-norma etika yang telah dipahami bersama oleh para petugas.

Cerminan Bangsa di Mata Dunia

Menhaj yang akrab disapa Gus Irfan ini menegaskan bahwa setiap perilaku petugas haji akan mencerminkan citra Indonesia di mata dunia. Para petugas dianggap sebagai duta bangsa yang membawa nama baik negara.

“Apapun yang Bapak Ibu lakukan jika positif memberikan nilai positif kepada negara kepada bangsa, jika negatif akan memberikan citra negatif kepada bangsa dan negara,” pungkasnya. Ia menambahkan bahwa petugas haji merupakan garda terdepan dan wakil resmi negara dalam memberikan pelayanan serta perlindungan kepada jemaah di Tanah Suci.

Advertisement