— Rencana merger antara dua raksasa media, Paramount Global dan Warner Bros. Discovery, memicu gelombang penolakan dari kalangan industri film Hollywood. Sebuah petisi yang secara tegas menentang kesepakatan senilai ratusan miliar dolar ini telah berhasil mengumpulkan lebih dari 4.000 tanda tangan, termasuk dari nama-nama besar seperti aktor peraih Oscar Robert De Niro, sutradara Sofia Coppola, dan aktris Holly Hunter.

Kesepakatan yang diperkirakan bernilai sekitar 111 miliar dolar atau setara Rp 1.914 triliun ini semakin mendekati kenyataan setelah mayoritas pemegang saham Warner Bros. Discovery memberikan persetujuan mereka. Namun, prosesnya belum sepenuhnya final. Merger ini masih harus melewati tahapan krusial berupa persetujuan dari regulator di Amerika Serikat dan Eropa, serta berpotensi menghadapi gugatan hukum lebih lanjut.

Kekhawatiran Mendesak: PHK hingga Pembatasan Konten

Dalam surat terbuka yang dirilis melalui platform advokasi industri, para penandatangan petisi menyuarakan kekhawatiran serius mengenai dampak negatif yang mungkin timbul dari penggabungan kedua perusahaan tersebut. Mereka menilai bahwa merger ini berpotensi besar untuk:

  • Mengurangi jumlah lapangan kerja secara signifikan di sektor industri film dan televisi.
  • Membatasi peluang bagi para kreator untuk berkarya dan mengembangkan ide-ide baru.
  • Menyebabkan kenaikan biaya yang harus ditanggung oleh para konsumen.
  • Menyebabkan berkurangnya variasi dalam pilihan film dan serial yang tersedia bagi publik.

Salah satu poin krusial yang tertuang dalam surat petisi tersebut menegaskan, “Industri ini sudah sangat terkonsentrasi. Penggabungan ini hanya akan memperburuk situasi.”

Dukungan Meluas dari Sineas dan Aktor Ternama

Daftar penandatangan petisi tidak hanya terbatas pada Robert De Niro dan Sofia Coppola. Puluhan figur ternama lainnya turut memberikan dukungan, menunjukkan luasnya kekhawatiran di kalangan pelaku industri kreatif. Nama-nama besar yang ikut menandatangani petisi ini antara lain:

  • Florence Pugh
  • Pedro Pascal
  • Joaquin Phoenix
  • Mark Ruffalo
  • Denis Villeneuve

Lebih lanjut, tercatat bahwa lebih dari 75 penandatangan petisi merupakan peraih atau nominator Piala Oscar. Angka ini menggarisbawahi betapa seriusnya kekhawatiran yang dirasakan oleh para profesional di industri film dan televisi.

Aksi Protes dan Tekanan Politik Menguat

Tidak hanya melalui jalur petisi, kelompok penolak merger ini juga telah mengorganisir aksi demonstrasi di kota-kota besar seperti New York dan Washington D.C. Tekanan juga datang dari ranah politik. Sejumlah politisi Amerika Serikat, termasuk Senator Elizabeth Warren dan Senator Cory Booker, secara terbuka menyuarakan penolakan mereka. Mereka berargumen bahwa merger ini berpotensi melanggar prinsip-prinsip persaingan usaha yang sehat.

“Penggabungan ini belum selesai. Kami akan terus berupaya menghentikannya,” tegas Elizabeth Warren dalam sebuah pernyataan resminya, menunjukkan komitmen untuk terus melawan rencana merger tersebut.

Mengapa Merger Ini Menjadi Sorotan Besar?

Jika rencana merger ini terealisasi, Paramount Global dan Warner Bros. Discovery akan semakin mengonsolidasikan kekuatan mereka dalam industri hiburan global. Kekhawatiran utama yang mengemuka adalah potensi terciptanya pasar yang didominasi oleh segelintir studio besar. Hal ini dikhawatirkan akan berdampak negatif pada kreativitas dan keberagaman konten yang ditawarkan kepada publik.

Penolakan yang meluas dari para pelaku industri ini secara jelas menunjukkan adanya kekhawatiran nyata mengenai masa depan industri film dan televisi. Dengan proses negosiasi dan persetujuan yang masih berjalan, keputusan akhir dari merger ini berpotensi membawa dampak signifikan bagi lanskap hiburan global.