— JAKARTA, KOMPAS.com – Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS) kini menghadirkan teknologi Kedokteran Nuklir dan Teranostik mutakhir, yaitu PET-CT Scan dan SPECT-CT Scan, untuk meningkatkan kualitas diagnosis dan terapi kanker. Kehadiran teknologi berstandar global ini diharapkan dapat memberikan diagnosis yang lebih cepat, terintegrasi, dan presisi bagi pasien.

Kedua teknologi ini mampu mendeteksi penyakit hingga tingkat seluler dan molekuler, memberikan gambaran detail mengenai aktivitas dan metabolisme sel dalam tubuh. Hal ini memungkinkan pasien menjalani proses diagnosis hingga terapi dalam satu alur layanan yang efisien dan mendukung penguatan ekosistem layanan kanker terintegrasi di seluruh jaringan Mayapada Hospital.

Alat yang didatangkan dari Siemens Healthineers ini menawarkan berbagai keunggulan, termasuk pemindaian seluruh tubuh dengan hasil yang lebih tajam, paparan radiasi yang lebih rendah, serta waktu pemeriksaan yang lebih singkat. Kelebihan ini diharapkan dapat mengurangi kebutuhan pemeriksaan ulang dan membuat alur pengobatan menjadi lebih terarah.

Komitmen Penguatan Layanan Kanker Modern

President Director & CEO Mayapada Healthcare, Navin Sonthalia, menyatakan bahwa investasi pada teknologi PET-CT dan SPECT-CT bukan sekadar penambahan fasilitas, melainkan bagian dari komitmen Mayapada Healthcare dalam membangun ekosistem Oncology Center yang lengkap dan modern.

“Investasi Mayapada Healthcare pada alat diagnostik canggih PET-CT dan SPECT-CT ini bukan sekadar penambahan teknologi, tetapi bagian dari komitmen kami dalam membangun ekosistem Oncology Center yang lengkap dan modern,” jelasnya dalam acara peluncuran di Mayapada Hospital Jakarta Selatan, Jumat (24/4/2026).

Navin menambahkan, teknologi ini diharapkan mampu memberikan kepastian diagnosis sekaligus meningkatkan peluang kesembuhan pasien tanpa perlu berobat ke luar negeri. “Kami memastikan pasien mendapatkan diagnosis yang akurat, terapi yang tepat, dan harapan hidup yang lebih baik, tanpa harus ke luar negeri,” katanya.

Ke depan, ekspansi teknologi ini juga akan diperluas ke beberapa cabang Mayapada Hospital lain di Indonesia, seperti Surabaya, Tangerang, dan Bandung, seiring dengan upaya penguatan posisi rumah sakit sebagai pusat layanan kanker unggulan.

Tingkatkan Pengalaman Pasien Secara Menyeluruh

Selain fokus pada teknologi, Mayapada Hospital Jakarta Selatan juga menekankan pentingnya pengalaman pasien yang terintegrasi dan nyaman melalui pendekatan Comprehensive Cancer Care. Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pendampingan menyeluruh selama perjalanan pasien.

Hospital Director Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr. Fiktorius Kuludong, MM, menjelaskan, komitmen “We Walk Every Journey with C.A.R.E (Compassion, Advanced, Responsive, Experts)” diwujudkan melalui pendampingan oleh tim Patient Navigator. Dengan demikian, pasien dan keluarga mendapatkan alur perawatan yang lebih terkoordinasi dari diagnosis hingga terapi.

Penanganan kasus kanker juga melibatkan tim dokter multidisiplin melalui Tumor Board, memastikan setiap kasus ditangani secara komprehensif, berbasis bukti, dan terpersonalisasi. Fasilitas pendukung seperti Radioactive Isolation Room (RIR) juga dirancang untuk menjamin keamanan dan kenyamanan pasien selama menjalani terapi nuklir.

Peran Penting dalam Diagnosis dan Terapi Kanker

Dokter Spesialis Kedokteran Nuklir Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr. Lim Andreas, Sp.KN, menekankan peran krusial PET-CT dan SPECT-CT dalam meningkatkan akurasi diagnosis dan pemantauan terapi kanker.

“PET-CT dan SPECT-CT memiliki peran yang sangat krusial bagi banyak pasien kanker, baik dalam deteksi dini, maupun dalam penegakan diagnosis dan deteksi kekambuhan kanker, serta memantau respons terapi secara akurat,” terang Andreas.

Ia menjelaskan bahwa kedua teknologi ini memiliki fungsi yang saling melengkapi. PET-CT berperan dalam mengevaluasi aktivitas/metabolisme sel untuk mendeteksi penyakit, menentukan penyebaran, hingga memantau respons terapi. Sementara itu, SPECT-CT digunakan untuk menilai fungsi berbagai organ dan perencanaan terapi.

Seluruh prosedur dilakukan menggunakan radiofarmaka dengan dosis aman sesuai standar, yang terdistribusi optimal dalam waktu sekitar 30 hingga 180 menit. Hal ini memungkinkan pemindaian menyeluruh sekaligus mendukung terapi yang lebih presisi dan personal.

Untuk memastikan optimalisasi penggunaan teknologi, Mayapada Healthcare menjalin kerja sama dengan Siemens Healthineers dalam program transfer pengetahuan bagi tenaga medis, mulai dari instalasi hingga penerapan klinis sehari-hari. Integrasi teknologi canggih dan kolaborasi tim multidisiplin ini diharapkan menghadirkan diagnosis yang lebih akurat serta perawatan yang lebih nyaman bagi pasien di Indonesia.