Akses.co.id — SUMEDANG, KOMPAS.com — Seorang pedagang telur di Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, menjadi korban penipuan senilai jutaan rupiah oleh pelaku yang mengaku sebagai anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI). Pelaku, yang mengenakan seragam dinas, berhasil diamankan oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sumedang di Kota Cimahi.
Kepala Satreskrim Polres Sumedang, AKP Tanwin Nopiansah, membenarkan penangkapan tersebut. “Sudah ditangkap di Cimahi. Nanti Senin (27/4/2026) kita ekspose,” ujar Tanwin melalui pesan WhatsApp pada Sabtu (25/4/2026).
TNI Gadungan Gunakan Seragam dan Identitas Palsu
Pelaku melancarkan aksinya dengan mengenakan seragam yang menyerupai pakaian dinas TNI. Untuk meyakinkan korbannya, ia juga mengaku sebagai anggota TNI aktif. Komandan Distrik Militer (Dandim) 0610/Sumedang, Letkol Arh Kusuma Ardianto, menegaskan bahwa pelaku bukanlah anggota TNI.
“Kami pastikan yang bersangkutan adalah TNI gadungan,” kata Ardianto. Lebih lanjut, Ardianto menjelaskan bahwa pelaku juga mengklaim dirinya sebagai personel dari Kodam III/Siliwangi untuk memperkuat kredibilitas palsunya.
Modus Pesan Telur dalam Jumlah Besar
Kasus ini berawal ketika pelaku memesan telur dalam jumlah besar, sekitar 250 kilogram, dengan total nilai mencapai Rp 7.290.000. Pelaku menggunakan modus pembelian dalam skala besar dan menjanjikan pembayaran setelah barang pesanan diantar. Namun, setelah telur tersebut tiba di wilayah Pamulihan, pelaku tidak kunjung melakukan pembayaran.
Laporan yang diterima juga menyebutkan bahwa pelaku diduga telah melakukan aksi serupa di wilayah Kabupaten Bandung. Menanggapi kejadian ini, Dandim 0610/Sumedang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan institusi TNI.
“Jika ada gerak-gerik yang mencurigakan, terlebih itu mengatasnamakan TNI, segera laporkan ke Koramil atau Polsek terdekat agar dapat segera ditindaklanjuti aparat terkait,” tegas Ardianto.
Ikuti Akses.co.id
