— PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengumumkan rencana strategis yang belum pernah terjadi sebelumnya: membagikan dividen interim sebanyak tiga kali dalam setahun, dimulai pada kuartal II tahun 2026. Langkah ini menandai perubahan signifikan dari kebiasaan perseroan yang sebelumnya hanya membagikan dividen sekali dalam setahun, biasanya pada bulan Desember.

Direktur BCA, Vera Eve Lim, menjelaskan bahwa kebijakan baru ini akan berlaku untuk tahun buku 2025. “Biasanya kita lakukan di Desember, sekali setahun. Mulai tahun ini kita akan lakukan setiap kuartalan, akan mulai dari kuartal II, kuartal III, dan kuartal IV. Jadi ada tiga kali dividen interim,” ungkapnya dalam konferensi pers yang digelar pada Kamis, 23 April 2026.

Meskipun demikian, Vera masih belum dapat merinci besaran pasti dividen yang akan dibagikan pada setiap periode kuartalan tersebut. Ia memastikan bahwa keputusan mengenai jumlah spesifiknya masih dalam tahap finalisasi, namun menegaskan bahwa pembagian tiga kali dividen interim ini merupakan bagian dari rencana kerja perseroan untuk tahun 2026.

Secara umum, BCA menetapkan dividend payout ratio (rasio pembagian dividen) sebesar 72 persen. Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sekitar 67,4 persen, menunjukkan komitmen perseroan untuk mengembalikan sebagian besar laba kepada para pemegang saham.

Keputusan RUPST 2025

Keputusan strategis mengenai pembagian dividen interim yang lebih sering ini telah disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025 yang diselenggarakan pada Kamis, 12 Maret 2026. Dalam forum tersebut, para pemegang saham juga menyetujui pembagian dividen final untuk tahun buku 2025.

Total dividen final yang akan dibagikan mencapai Rp 41,4 triliun, berasal dari laba bersih perseroan tahun buku 2025 yang sebesar Rp 57,5 triliun. Dengan pembagian ini, setiap lembar saham BBCA akan menerima dividen tunai sebesar Rp 336.