Persib Bandung kini berada dalam status siaga kuning di puncak klasemen Super League 2025-2026. Posisi Maung Bandung di singgasana klasemen terancam digusur oleh Borneo FC Samarinda setelah hanya mampu bermain imbang 2-2 melawan Dewa United.
Kini, Persib mengoleksi 65 poin dari 28 pertandingan. Mereka hanya unggul dua poin dari Borneo FC yang membayangi di peringkat kedua dengan total poin yang sama. Pelatih Persib, Bojan Hodak, mengingatkan anak asuhnya untuk tidak lengah meski ia menilai tim dalam kondisi yang cukup baik setelah menghindari kekalahan melawan Dewa United.
“Semuanya baik, kami masih sedikit lelah, tapi akan baik-baik saja. Suasananya bagus, kami dalam kondisi mood bagus,” ujar Hodak usai sesi latihan Persib pada Rabu (22/4/2026) petang.
Meski demikian, Hodak menekankan pentingnya kewaspadaan jelang laga-laga krusial. “Kami masih berada di posisi pertama, tapi tahu tidak boleh lengah dan akan fokus pada pertandingan berikutnya,” tegasnya.
Jadwal Padat Menanti Persib
Persib dijadwalkan akan menghadapi Arema FC pada pekan ke-29 Super League 2025-2026. Pertandingan tersebut akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Jumat (24/4/2026), dengan kick-off dijadwalkan pukul 19.00 WIB.
Arema FC, di bawah asuhan pelatih Marquinhos Santos, tengah dalam tren positif. Tim berjuluk Singo Edan ini berhasil meraih dua kemenangan beruntun melawan Persita Tangerang dan Persis Solo. Efektivitas serangan Arema FC di putaran kedua ini menjadi perhatian khusus bagi Bojan Hodak.
“Arema adalah tim cukup tangguh. Mereka punya banyak pemain bagus, terutama dalam hal menyerang, tapi kami tahu itu dan akan bersiap,” ungkap Hodak.
Kabar baik bagi Persib adalah kembalinya Patricio Matricardi yang sebelumnya absen karena akumulasi kartu merah. Kehadirannya diharapkan dapat memperkuat lini pertahanan tim.
Evaluasi Lini Belakang Pasca Imbang dengan Dewa United
Terlepas dari hasil imbang melawan Dewa United, Bojan Hodak menyoroti beberapa kesalahan di lini belakang timnya yang berujung pada dua gol kebobolan. Ia menilai pemain seharusnya tidak berhenti bermain meskipun menganggap bola sudah keluar lapangan sebelum ada keputusan dari wasit.
“Seperti yang saya katakan, gol pertama (vs Dewa United) itu karena bola dianggap sudah keluar dan mereka berhenti bermain, yang mana hal itu seharusnya tidak terjadi, Anda harus bermain sampai peluit berbunyi,” tuturnya.
Hodak juga menyoroti gol kedua yang menurutnya berawal dari kelengahan pemain. “Gol kedua adalah (Julio Cesar) sedikit menunda bola yang mana itu normal, tapi kemudian dia tidak beruntung karena bola mengenai tangan pemain lain dan dia mengambil keuntungan dari sana dan mereka melakukan serangan balik,” sesalnya.






