— Persib Bandung kembali meraih hasil imbang dalam upaya mereka mempertahankan puncak klasemen Super League 2025-2026. Setelah ditahan imbang oleh Dewa United, giliran Arema FC yang berhasil membendung laju Maung Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Jumat (24/4/2026). Laga tersebut berakhir tanpa gol, 0-0.

Hasil seri ini memberikan kesempatan bagi Borneo FC Samarinda untuk menyamai perolehan poin Persib di pekan ini, mengingat masih ada lima pertandingan tersisa bagi kedua tim. Di tengah tekanan perburuan gelar juara, sorotan tertuju pada penampilan penjaga gawang muda Persib, Fitrah Maulana, yang kembali dipercaya tampil sejak menit awal.

Fitrah Maulana Yakin Kans Juara Masih Terbuka

Meskipun gagal meraih poin penuh, kiper berusia 19 tahun itu tetap optimistis mengenai peluang Persib untuk meraih gelar juara liga musim ini. Ia melihat bahwa perjuangan timnya belum berakhir dan peluang untuk mengangkat trofi dalam tiga musim beruntun masih sangat besar.

“Kami memang fokus mencari juara, kami sebenarnya menciptakan banyak peluang, tapi mungkin pertahanan Arema memang kuat jadi dari sekian banyak peluang belum tercipta gol,” ujar Fitrah, mengungkapkan jalannya pertandingan.

Fitrah menambahkan, “Tapi untuk menjadi juara masih ada, tetap besar (peluangnya), jadi kami fokus untuk pertandingan selanjutnya.” Kiper kelahiran 24 Mei 2006 ini menegaskan komitmen tim untuk terus berjuang di sisa kompetisi.

Saat ini, Persib memiliki lima pertandingan sisa. Mereka dijadwalkan akan menghadapi Bhayangkara FC, PSIM Yogyakarta, Persija Jakarta, PSM Makassar, dan terakhir Persijap Jepara.

Kepercayaan Diri Fitrah Maulana di Bawah Mistar Gawang

Dalam laga melawan Arema FC, Fitrah Maulana tampil penuh percaya diri sejak peluit pertama dibunyikan. Ia dipercaya oleh pelatih Bojan Hodak untuk menggantikan peran kiper utama, Teja Paku Alam. Keputusan ini diambil untuk memenuhi regulasi kompetisi yang mewajibkan kuota pemain U23, terutama mengingat absennya bek Persib, Kakang Rudianto.

Meski sempat melakukan antisipasi yang kurang tepat terhadap salah satu umpan silang lawan di awal pertandingan, Fitrah mampu bangkit dan mengendalikan ketegangannya. Ia menunjukkan performa yang solid dengan beberapa kali berhasil memotong umpan-umpan berbahaya dari tim lawan.

“Coach juga kasih kepercayaan buat saya, itu menjadi tanggung jawab saya, selama saya dipercaya coach, saya ingin kasih yang terbaik untuk Persib,” tutur Fitrah mengenai tanggung jawab yang diembannya.

Mengatasi atmosfer stadion yang bergemuruh dengan kehadiran suporter, termasuk pendukung tim tamu, menjadi tantangan tersendiri bagi pemain muda. Namun, Fitrah mengaku mampu mengatasinya.

“Atmosfer di laga tadi sangat beda ya, karena ada suporter away juga, suporter lumayan penuh, jadi saya bisa terkendali,” jelasnya.