— Permintaan sapi kurban asal Bali melonjak tajam menjelang Hari Raya Idul Adha tahun ini, membuat para pedagang dan peternak di Kabupaten Buleleng kewalahan. Kendati kuota pengiriman sapi ke luar daerah telah dinaikkan oleh Pemerintah Provinsi Bali menjadi 50.000 ekor pada 2026, angka tersebut dinilai masih belum mencukupi tingginya antusiasme pasar.

Made Taro, seorang pedagang sapi dari Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, mengungkapkan bahwa permintaan datang dari berbagai kota besar di Pulau Jawa, meliputi Jakarta, Depok, Bekasi, Banten, Solo, Yogyakarta, dan Bogor. Tak hanya itu, permintaan juga merambah hingga Banjarmasin di Kalimantan.

“Kami berharap akan ada penambahan kuota pengiriman sapi mengingat permintaan masih tinggi. Dan dalam momen ini hanya beberapa hari ada lonjakan permintaan dan kemungkinan masih terus akan ada peningkatan hingga menjelang hari raya (Idul Adha),” ujar Taro pada Jumat (24/4/2026) di Buleleng.

Hingga kini, Taro mengaku telah berhasil mengirim lebih dari 500 ekor sapi ke luar daerah. Pengiriman dilakukan melalui jalur darat dengan volume yang terus meningkat seiring dengan tingginya permintaan pasar.

Sapi Bali dengan Bobot Rata-rata 400 Kg Jadi Incaran

Menurut Taro, sapi dengan bobot rata-rata 400 kilogram menjadi jenis yang paling diminati oleh pembeli. Kondisi ini menjadi peluang besar bagi para peternak lokal untuk meningkatkan pendapatan mereka.

“Ada momentum yang sangat baik untuk peternak memenuhi permintaan pasar. Nah, kesempatan saat ini momentumnya, paling tidak ada penguatan produk lokal dan yang terpenting memutar ekonomi rakyat,” jelasnya.

Lonjakan permintaan ini juga dilaporkan berdampak positif terhadap stabilitas harga sapi Bali di pasaran. Selain itu, momentum ini turut membuka peluang kerja baru di sektor peternakan dan distribusinya.

Pelaku Usaha Mendesak Penambahan Kuota dan Kelonggaran Perizinan

Meski demikian, para pelaku usaha berharap pemerintah dapat memberikan kelonggaran dalam proses perizinan serta menambah kuota pengiriman sapi. Hal ini agar momentum Idul Adha dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para peternak dan pedagang.

“Harapan kami di sisa waktu menjelang Hari Raya Idul Adha ini ada kelonggaran pemberian kuota sehingga peternak dapat memanfaatkannya untuk mendapat keuntungan maksimal,” tandasnya.