— MAGETAN, Kompas.com – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Magetan, Arief Ridwan, akan menutup masa pengabdiannya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan menunaikan ibadah haji pada tahun 2026. Momen ini menjadi penutup karier yang penuh makna, mengingat ia dijadwalkan memasuki masa pensiun pada 1 Juni 2026, tepat saat ia berada di Tanah Suci.

Arief Ridwan mengisahkan, niat untuk menunaikan ibadah haji mulai tertanam kuat setelah pengalamannya menjalani ibadah umrah pada tahun 2011, saat ia masih bertugas di Kecamatan Barat. “Saya Alhamdulillah pernah umrah tahun 2011. Dari situ terpetik niat, lalu tahun 2012 kami mendaftar haji,” ujarnya saat ditemui di GOR Ki Mageti, Minggu (26/4/2026), dalam persiapan pemberangkatan calon jemaah haji.

Keputusan untuk menjadikan ibadah haji sebagai penutup karier ASN ini disambutnya dengan rasa syukur. “Per 1 Juni kami sudah memasuki masa pensiun. Jadi kami pensiun di sana, di Tanah Suci,” tuturnya. “Di akhir pengabdian kami di Kabupaten Magetan, kami ditutup dengan ibadah haji. Kami sangat bersyukur,” imbuh Arief.

Jadwal Sempat Tertunda Akibat Pandemi

Perjalanan spiritual Arief menuju Tanah Suci sempat tertunda dari jadwal semula. Ia seharusnya berangkat pada tahun 2024, namun terpaksa diundur akibat pandemi COVID-19. “Harusnya berangkat 2024, tapi karena Covid mundur. Dan Alhamdulillah tahun 2026 ini terpanggil,” ungkapnya.

Menjelang keberangkatan, Arief menekankan pentingnya persiapan fisik dan mental yang matang. Ia mengingatkan bahwa ibadah haji merupakan ibadah fisik yang membutuhkan stamina prima. “Ibadah haji itu ibadah fisik. Jadi kesiapan fisik harus dijaga. Ada istilah istitha’ah, memastikan kondisi kesehatan benar-benar siap,” jelasnya.

Di usianya yang kini menginjak 60 tahun, Arief rutin menjaga kebugaran dengan berbagai aktivitas fisik ringan. “Saya rutin lari kecil, jogging, renang. Yang penting rutin dan disesuaikan usia, ditambah asupan vitamin dan berpikir positif,” katanya.

Selain menjaga kesehatan fisik, Arief juga memperdalam pemahaman spiritualnya dengan mengikuti bimbingan manasik haji. “Kami ikut bimbingan dari ustadz dan kiai agar ibadah bisa dijalankan dengan baik,” ujarnya.

Arief akan tergabung dalam kloter 21, yang seluruh jamaahnya berasal dari Magetan. Ia bersama rombongan dijadwalkan akan menjalani rangkaian ibadah haji selama kurang lebih 40 hari, dimulai dari Madinah sebelum melanjutkan ke Mekkah dengan menjalankan ibadah haji tamattu.

Di Tanah Suci, Arief bertekad untuk lebih fokus pada pelaksanaan ibadah dibandingkan memikirkan masa jabatannya yang akan berakhir. Ia juga mengaku akan menitipkan doa khusus untuk kemajuan dan kesejahteraan Kabupaten Magetan. “Kami doakan Kabupaten Magetan terus membangun, masyarakatnya sejahtera, dan semakin baik ke depan,” pungkasnya.

Persiapan Jemaah Haji Magetan

Sementara itu, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Magetan memastikan kesiapan petugas dalam mendampingi 539 calon jemaah haji (calhaj) yang akan diberangkatkan. Kepala Kemenag Kabupaten Magetan, Ida Dwi Martini, menjelaskan bahwa tahapan pemberangkatan calhaj Magetan dilakukan secara bertahap sesuai jadwal kloter.

Pada hari Minggu (26/4/2026), kloter 20 dan 21 diberangkatkan lebih awal. Kloter 22 dijadwalkan masuk asrama haji pada malam yang sama untuk diberangkatkan keesokan harinya. “Kloter 22 nanti malam (Minggu) kita jemput di rumah untuk masuk asrama haji besok pagi pukul 06.00 WIB. Untuk kloter berikutnya, yakni kloter 41, jamaah dijadwalkan masuk asrama haji pada 1 Mei (2026) pukul 16.00 WIB sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci,” katanya.

Secara total, terdapat 539 jemaah yang akan diberangkatkan. Dari jumlah awal 541 jemaah, dua di antaranya meninggal dunia. Satu jemaah berhasil digantikan oleh ahli warisnya, sementara satu jemaah lainnya tidak memiliki pengganti.

Ida Dwi Martini menambahkan, masih ada kemungkinan penambahan jemaah dari daftar cadangan jika terdapat kursi kosong hingga batas akhir pemberangkatan pada 22 Mei 2026. “Kami masih menunggu cadangan naik status. Kalau ada open seat, akan ada panggilan dari daerah,” pungkasnya.