Akses.co.id — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk atau Telkom menegaskan komitmennya terhadap agenda keberlanjutan dengan mengintegrasikannya sebagai bagian dari arah bisnis jangka panjang perusahaan, bukan lagi sekadar program pendukung. Penegasan ini disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Bumi 2026, yang ditandai dengan aksi konservasi pesisir di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kegiatan yang berlangsung di Pantai Pandanan, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, NTB, pada Kamis (23/4/2026) ini melibatkan penanaman 10.000 mangrove dan transplantasi 2.000 terumbu karang. Aksi ini merupakan bagian dari rencana percepatan transformasi hijau menuju tahun 2030.
Melalui kolaborasi dengan mitra strategis dan partisipasi masyarakat setempat, Telkom berupaya melestarikan ekosistem pesisir sekaligus memperkuat sinergi multipihak. Inisiatif ini sejalan dengan implementasi program keberlanjutan GoZero% – Sustainability Action by Telkom Indonesia, khususnya pada pilar Save Our Planet yang berfokus pada pengurangan jejak lingkungan, perlindungan ekosistem, dan transisi menuju operasional rendah karbon.
Transformasi Digital Beriringan dengan Tanggung Jawab Lingkungan
Senior General Manager (SGM) Social Responsibility Telkom, Hery Susanto, menyatakan bahwa Hari Bumi menjadi momen penting untuk menekankan bahwa pertumbuhan digital harus berjalan seiring dengan tanggung jawab terhadap lingkungan.
“Melalui konservasi mangrove dan terumbu karang, kami ingin menghadirkan manfaat nyata bagi ekosistem pesisir, masyarakat sekitar, serta memastikan pembangunan infrastruktur digital tetap selaras dengan kelestarian alam,” ujar Hery dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Jumat (24/4/2026).
Pemilihan lokasi konservasi di Lombok Utara memiliki nilai strategis karena berada di sekitar jalur Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) TelkomGroup Mandalika–Sanur. Dengan demikian, konservasi pesisir tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan tetapi juga mendukung keberlanjutan infrastruktur konektivitas digital perusahaan.
Hery menjelaskan bahwa ekosistem pesisir yang sehat berperan penting dalam menjaga ketahanan kawasan dari abrasi dan perubahan lingkungan yang berpotensi memengaruhi infrastruktur digital. Mangrove berfungsi sebagai pelindung alami dari abrasi, penyerap karbon biru, serta habitat bagi biota laut. Sementara itu, terumbu karang vital untuk menjaga keanekaragaman hayati laut dan menopang aktivitas ekonomi masyarakat pesisir, termasuk perikanan dan pariwisata.
Upaya Keberlanjutan Telkom Sepanjang 2025
Aksi di Lombok Utara merupakan bagian dari rangkaian upaya keberlanjutan yang telah dilaksanakan Telkom sepanjang tahun 2025.
- Pengumpulan lebih dari 3,3 ton sampah plastik, setara dengan 177.915 botol, melalui pemanfaatan Reverse Vending Machine (RVM) di Telkom Hub Jakarta.
- Pengelolaan sirkular limbah kabel serat optik dengan tingkat pemulihan mencapai 73 persen.
- Standardisasi gedung ramah lingkungan melalui sertifikasi internasional Excellence in Design for Greater Efficiencies (EDGE).
Secara strategis, Telkom juga telah merumuskan Climate Transition Plan sebagai panduan adaptasi iklim dan transformasi menuju operasional rendah karbon dengan target Net Zero Emission 2060.
Target Transformasi Hijau Fase Awal (2023-2030)
Pada fase awal transformasinya, Telkom menetapkan sejumlah sasaran:
- Pengurangan 20 persen emisi gas rumah kaca cakupan 1 dan 2.
- Penurunan konsumsi energi hingga 10 persen melalui modernisasi teknologi jaringan.
- Pembangunan panel surya berkapasitas lebih dari 14 MWp.
- Reduksi sampah minimal 70 persen.
Vice President (VP) Sustainability Telkom, Gunawan Wasisto Ciptaning Andri, menekankan bahwa transformasi hijau tidak hanya membutuhkan investasi besar, tetapi juga konsistensi langkah kolektif.
“Kami percaya perubahan besar dimulai dari aksi sederhana yang dilakukan secara kolektif dan berkelanjutan. Oleh karena itu, Telkom akan terus mendorong budaya ramah lingkungan di seluruh lini bisnis, mulai dari perilaku sehari-hari insan TelkomGroup hingga pengelolaan infrastruktur digital,” kata Gunawan.
Melalui inisiatif sustainability GoZero% yang terintegrasi, Telkom berkomitmen untuk menciptakan pertumbuhan bisnis yang selaras dengan pelestarian lingkungan, serta memberikan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat dan generasi mendatang.
Ikuti Akses.co.id
