Perempuan memegang kendali signifikan dalam pengambilan keputusan terkait perjalanan wisata, bahkan ketika bukan mereka yang membiayai. Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa sekitar 80 hingga 82 persen keputusan traveling ditentukan oleh kaum perempuan.
Temuan ini berasal dari studi Gutsy Traveler tahun 2024 yang dibagikan oleh Golden Rama Tours & Travel. Angka ini menggarisbawahi peran fundamental perempuan dalam industri pariwisata, baik dalam skala personal maupun korporat.
Nicky Christina, General Manager Incentive & International Events Golden Rama Tours & Travel, menjelaskan bahwa sensitivitas perempuan terhadap detail dan nuansa produk perjalanan menjadi salah satu faktor utama pengaruh mereka. “Karena mungkin biar lebih detail ya, lebih dirasa ya produknya karena perempuan kan lebih sensitif ya gitu,” ujarnya saat acara Wisata dan Wanita di Jakarta pada Selasa (21/4/2026), bertepatan dengan perayaan Hari Kartini 2026.
Peran Perempuan dalam Keputusan Traveling
Pengaruh perempuan tidak terbatas pada perjalanan pribadi. Dalam lingkup korporat, peran mereka juga sangat menonjol. Yulia Hapsari, Corporate Sales Manager Golden Rama Tours & Travel, mengungkapkan bahwa 67 persen pemesan paket perjalanan di agennya adalah perempuan.
“Kami punya travel policy namanya travel experience. Jadi dengan pengalaman ke pengalaman itu, kami punya profil masing-masing korporasi yang ternyata 67 persen itu pemesannya adalah perempuan,” kata Yulia.
Dalam konteks ini, perspektif perempuan menjadi krusial. Cara pandang mereka yang lebih reflektif, personal, dan berorientasi pada makna memberikan nilai tambah signifikan. Meskipun bukan selalu sebagai pengambil keputusan akhir, peran perempuan sangat berpengaruh dalam menentukan destinasi hingga pengaturan anggaran perjalanan wisata korporat.
Tren ini juga terlihat pada pertumbuhan segmen premium. Pada tahun 2025, segmen ini mengalami peningkatan sebesar 31 persen, dengan kontribusi perempuan mencapai 64 persen. Angka ini menegaskan peran perempuan dalam mendorong permintaan akan pengalaman perjalanan yang lebih personal dan bermakna.
Ricky Hilton, General Manager of Communications & CRM Golden Rama Tours & Travel, menambahkan bahwa perubahan ini memicu transformasi dalam komunikasi pariwisata. “Perempuan hari ini tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga menjadi suara yang membentuk bagaimana perjalanan itu dikomunikasikan dan dirasakan. Mereka lebih sensitif terhadap cerita, relevansi, dan makna,” ungkap Ricky.
Pendekatan yang berpusat pada pengalaman ini mendorong perubahan dalam perancangan perjalanan, dari sekadar menyusun agenda menjadi menciptakan pengalaman yang membuka perspektif, memperkuat koneksi, dan meninggalkan dampak jangka panjang.






