Otomotif

Perbandingan Mobil Pakai Biosolar dan Solar Berkualitas

Advertisement

SOLO, KOMPAS.com – Penggunaan bahan bakar solar berkualitas tinggi dan biosolar pada mobil diesel memang menunjukkan perbedaan, meskipun terkadang tidak terlalu kentara. Perbedaan ini lebih terasa pada performa mesin dan efisiensi konsumsi bahan bakar, yang penting untuk dipahami oleh para pemilik kendaraan.

Solar berkualitas umumnya memiliki angka cetane yang lebih tinggi. Angka cetane mengindikasikan seberapa cepat bahan bakar terbakar di dalam ruang bakar mesin. Dengan angka cetane yang sesuai rekomendasi pabrikan, pembakaran bahan bakar menjadi lebih sempurna. Hal ini berkontribusi pada respons mesin yang lebih baik dan terasa lebih halus saat berakselerasi.

[video.1]

Muchlis, pemilik bengkel spesialis Toyota Mitsubishi, Garasi Auto Service Sukoharjo, mengakui adanya perbedaan performa antara mobil yang menggunakan solar berkualitas dan biosolar. “Perbandingan performa lebih kepada respons pedal gas dan efisiensi, sehingga bisa dirasakan langsung oleh pengemudi,” ujar Muchlis kepada KOMPAS.com, belum lama ini.

Biosolar sendiri merupakan campuran solar dengan bahan bakar nabati. Kandungan bahan nabati ini membuat nilai energi yang dihasilkan per liternya sedikit lebih rendah dibandingkan solar murni atau solar berkualitas tinggi.

[img.2]

Akibatnya, performa mesin bisa sedikit mengalami penurunan. Meskipun penurunan tenaga ini umumnya tidak signifikan, namun tetap dapat dirasakan pada kondisi berkendara tertentu. “Dari sisi konsumsi bahan bakar, biosolar cenderung lebih boros. Hal ini disebabkan energi yang dihasilkan per liter lebih kecil dibandingkan solar berkualitas,” jelas Muchlis.

Sebaliknya, solar berkualitas mampu memberikan efisiensi yang lebih baik. Mesin dapat bekerja secara optimal dengan penggunaan bahan bakar yang lebih hemat.

Advertisement

[img.3]

Perbedaan juga terlihat pada respons mesin terhadap injakan pedal gas. Solar berkualitas umumnya membuat akselerasi terasa lebih cepat dan stabil, terutama pada mesin-mesin diesel modern. “Biosolar kadang terasa lebih lambat dalam merespons pedal gas. Hal ini berkaitan dengan karakter pembakarannya,” tambah Muchlis.

Perawatan Komponen Mesin

Dari sisi perawatan, biosolar memiliki kecenderungan meninggalkan lebih banyak endapan karbon di dalam sistem bahan bakar. Hal ini dapat membuat filter bahan bakar dan injektor lebih cepat kotor dan berpotensi memerlukan penggantian lebih sering.

Sebaliknya, solar berkualitas umumnya lebih bersih dan dianggap lebih aman bagi komponen mesin, khususnya pada sistem common rail yang lebih sensitif. “Dari segi perawatan, solar berkualitas tinggi lebih menguntungkan, sementara biosolar harus lebih intens ganti filter dan memastikan BBM tidak mengendap dalam waktu lama,” ungkap Muchlis.

Kesimpulannya, solar berkualitas menawarkan keunggulan dalam hal performa dan efisiensi bahan bakar yang lebih baik, serta perawatan komponen mesin yang lebih minim. Namun, biosolar tetap menjadi pilihan yang layak digunakan dengan catatan pemilik kendaraan perlu lebih memperhatikan jadwal perawatan dan pembersihan komponen sistem bahan bakar secara rutin.

Advertisement