Akses.co.id — Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengemukakan kekhawatiran bahwa perang berkepanjangan di Iran dapat mengancam pasokan sistem pertahanan udara krusial bagi negaranya. Zelensky menyatakan, potensi hambatan ini muncul akibat keterbatasan produksi amunisi di Amerika Serikat, yang menjadi pemasok utama sistem tersebut.
Dalam wawancara eksklusif dengan CNN pada Rabu (22/4/2026), Zelensky menjelaskan bahwa Ukraina telah menerima sejumlah kecil sistem pertahanan udara, termasuk rudal untuk sistem Patriot, melalui program PURL. Program ini memungkinkan negara-negara anggota NATO untuk mendanai pembelian senjata bagi Kyiv.
“Melalui program ini, kita dapat menyertakan dan membeli rudal anti-balistik untuk sistem Patriot dan beberapa senjata lain yang sangat penting bagi kita,” ujar Zelensky, seperti dilansir Reuters pada Kamis (23/4/2026).
Namun, Zelensky tidak menampik adanya risiko yang menyertai situasi geopolitik saat ini. Ia secara spesifik menyoroti dampak perang di Timur Tengah, termasuk ketegangan dengan Iran, terhadap ketersediaan persenjataan.
“Dan tentu saja, (mengingat) tantangan besar dalam perang Timur Tengah dan Iran, semua ini berisiko,” tegasnya.
Presiden Ukraina itu menambahkan bahwa kelanjutan perang di Iran, tanpa adanya gencatan senjata, akan memberikan tekanan tambahan pada pasokan senjata pertahanan udara bagi Ukraina.
“Dan jika perang berlanjut atau gencatan senjata tertunda… (ini) tidak akan baik. Dan mungkin kita akan menghadapi lebih banyak risiko dengan senjata anti-balistik,” tuturnya.
Dukungan Finansial Uni Eropa Mendesak
Di tengah kekhawatiran pasokan senjata, Ukraina juga menghadapi tantangan finansial. Bantuan dana sebesar 90 miliar euro (sekitar Rp 1.814 triliun) dari Uni Eropa, yang sebelumnya sempat tertunda, menjadi sangat krusial bagi kemampuan produksi senjata dalam negeri.
Zelensky memaparkan, tanpa suntikan dana tersebut, Ukraina kesulitan untuk memproduksi senjata dalam skala yang dibutuhkan. Ia mencontohkan produksi pencegat pesawat nirawak, di mana Ukraina saat ini mampu memproduksi sekitar 1.000 unit per hari, padahal kapasitas produksinya bisa mencapai 2.000 unit per hari.
“Tetapi kami tidak memiliki dana. Ini benar-benar masalah hidup kami, untuk bertahan hidup, untuk membela diri, kami sangat membutuhkan uang ini,” kata Zelensky, menekankan urgensi kucuran dana tersebut.
Ukraina saat ini masih terlibat dalam konflik berkepanjangan dengan Rusia. Perang yang terjadi di Iran semakin menambah kompleksitas pasokan senjata kunci bagi pertahanan Ukraina, terutama rudal anti-balistik.
Ikuti Akses.co.id
