Akses.co.id — GROBOGAN, KOMPAS.com – Stasiun Gundih di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, mencatat lonjakan penumpang signifikan pada triwulan pertama tahun 2026. Total pergerakan penumpang mencapai 21.691 orang, terdiri dari 10.530 penumpang naik dan 11.161 penumpang turun. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 10,05 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2025.
Peningkatan mobilitas penumpang ini mencerminkan geliat aktivitas ekonomi dan sosial yang terus tumbuh di wilayah Grobogan dan sekitarnya. Kondisi ini sejalan dengan komposisi demografi Kabupaten Grobogan yang didominasi oleh penduduk usia produktif.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Kabupaten Grobogan memiliki lebih dari 1,4 juta jiwa penduduk, dengan mayoritas berprofesi di sektor pertanian, perdagangan, dan jasa. Sektor-sektor ini menuntut adanya sarana transportasi yang efisien untuk menunjang pergerakan masyarakat.
Akses Semarang–Solo Makin Terbuka
Stasiun Gundih, yang terletak di jalur tengah Pulau Jawa, memegang peranan penting sebagai simpul transportasi yang menghubungkan kota-kota besar seperti Semarang, Solo, hingga Surabaya. Keberadaan stasiun ini memfasilitasi warga dalam melakukan perjalanan antarkota untuk berbagai keperluan, mulai dari bekerja, menempuh pendidikan, hingga aktivitas lainnya.
Salah satu layanan kereta api yang memberikan kontribusi pada peningkatan mobilitas ini adalah Kereta Api (KA) Banyubiru. Dengan rute Semarang Tawang–Solo Balapan, KA Banyubiru menawarkan waktu tempuh sekitar dua jam dengan tarif yang terjangkau, yaitu Rp 40.000.
Layanan ini menjadi alternatif transportasi yang menarik bagi masyarakat Grobogan dan sekitarnya. Tidak hanya memudahkan warga lokal untuk mengakses kota-kota besar, tetapi juga membuka akses bagi masyarakat dari luar daerah untuk berkunjung ke kawasan sekitar Gundih.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyatakan bahwa pengembangan layanan kereta api terus dilakukan untuk menjangkau lebih banyak masyarakat. “KA Banyubiru membantu masyarakat melakukan perjalanan jarak dekat dan menengah dengan lebih mudah. Hal ini membuat banyak daerah tetap terhubung dan aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan lancar,” ujar Anne dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Sabtu (25/4/2026).
Menurut Anne, peningkatan mobilitas yang difasilitasi oleh layanan kereta api ini juga turut memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di berbagai daerah yang dilalui.
Ikuti Akses.co.id
